JAKARTA, Berita HUKUM - Pusat Penerangan (Puspen) TNI menggelar Acara Media Gathering serta Lomba Tembak antar sesama Wartawan dengan Pistol jenis G2 buatan dalam negeri, tampak para wartawan cukup antusias dengan banyaknya wartawan yang hadir dan ikut serta pada acara lomba antar Wartawan Media Cetak, Elektronik dan Online kali ini yang bertempat di Lapangan Tembak Mabes TNI di Cilangkap, Selasa (5/5).
Acara dihadiri oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko pada Lomba Tembak antar Wartawan kali ini, yang digelar Puspen TNI secara rutin untuk memperebutkan hadiah berupa uang juataan rupiah dan Piala tetap dari Panglima TNI, dan Piala bergilir Kapuspen TNI.
Kegiatan ini digelar dengan mengikut sertakan sekitar 200 wartawan Media yang telah terdaftar dalam Puspen TNI untuk memperebutkan Piala bergilir Kapuspen TNI, sekaligus guna meningkatkan kerjasama dan sinergi yang lebih baik lagi antara TNI dan Wartawan.
Masing-masing wartawan diberikan waktu 3 menit untuk membidik sasaran target dengan pistol G2 elit peluru berisikan 10 amunisi. Sejumlah wartawan tampak mengikuti arahan dari instruktur saat mengikuti Lomba Tembak. Selanjutnya para panitia langsung memeriksa dan melakukan penilaian dengan poin terhadap sasaran target yang telah selesai ditembak.
Lomba menembak antar wartawan ini memang menjadi suatu acara tahunan yang digelar oleh Puspen TNI dalam rangka menjalin tali silaturahmi dan keakraban dengan para awak media massa.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI M. Fuad Basya dalam sambutannya mengatakan, kegiatan lomba tembak antar wartawan ini bertujuan meningkatkan silaturahmi TNI, khususnya Puspen TNI dengan para awak media yang selama ini sudah memberikan atensi yang positif terhadap pemberitaan mengenai TNI, juga keakraban diantara sesama wartawan agar terjalin lebih baik lagi.
“Hubungan TNI dengan wartawan semakin dekat dan akan lebih ditingkatkan lagi demi keterbukaan informasi,” jelas Kapuspen TNI. Ia pun menegaskan kembali, Puspen TNI ingin lebih dekat dengan Wartawan.
“Saya sebagai Pimpinan Puspen TNI akan selalu terbuka dan memberikan informasi apa adanya. Kalau benar, saya katakan iya, dan kalau tidak saya katakan tidak,” tegasnya.
Bahkan, kebebasan per sangat penting dan Jika ada pihak-pihak yang hendak melakukan pembungkaman dan pemberedelan terhadap media massa, maka Puspen TNI akan mati-matian membelanya.
"Tidak ada lagi itu yang namanya pembredelan media, ujarnya Kapuspen TNI.
"Kalau hal tersebut terjadi, kami akan maju paling depan untuk membelanya," ungkapnya.
Namun demikian Fuad menjelaskan, bahwa setiap informasi yang ditulis dan disampaikan media massa haruslah akurat, terpercaya dan melalui konfirmasi terlebih dahulu kepada narasumber.
"Intinya informasi yang disampaikan harus benar, akurat dan memenuhi kaidah jurnalistik," kata Jenderal bintang dua TNI Angkatan Darat ini.
“Atas nama Pusat Penerangan TNI, saya ucapkan selamat kepada para pemenang dan tingkatkan terus prestasi yang sudah dicapai,” kata Kapuspen Mayjen TNI Fuad Basya.(dbs/bh/yun) |