Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
G20
Putin: Negara G20 Tolak Aksi Militer Suriah
Saturday 07 Sep 2013 12:36:35
 

Presiden Rusia, Vladimir Putin.(Foto: AFP)
 
RUSIA, Berita HUKUM - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan sebagian besar pemimpin negara G20 yang menghadiri pertemuan puncak menentang aksi militer terhadap Suriah.

Dalam jumpa pers penutup di ujung pertemuan puncak di St Petersburg itu, Putin kembali menekankan bahwa serangan militer merupakan pelanggaran hukum internasional.

Putin juga mengatakan Amerika Serikat dan Rusia belum dapat mengatasi perbedaan terkait aksi militer di Suriah.
Ia mengatakan serangan militer akan "kontraproduktif" dan mengganggu kestabilan di Timur Tengah.

Presiden Amerika Serikat Barack Obama berupaya untuk mendapatkan dukungan dari para pemimpin G20 terkait serangan Amerika di Suriah.

Panel Senat Amerika telah menyepakati seruan serangan militer terhadap Suriah ini.

Pemerintah Amerika menuduh pasukan Presiden Bashar al-Assad membunuh 1.429 orang dalam serangan gas beracun di luar kota Damaskus tanggal 21 Agustus lalu.

Obama mengatakan penggunaan senjata kimia itu bulan hanya merupakan tragedi Suriah namun ancaman bagi perdamaian dunia.

Assad menyalahkan pasukan pemberontak terkait serangan itu.

Menjelang pertemuan G20, Putin memperingatkan Amerika agar tidak mengambil tindakan sepihak terhadap Suriah.

'Provokasi militan'

Cina dan Rusia -yang menolak menyepakati resolusi Dewan Keamanan PBB atas Suriah- menekankan langkah apa pun tanpa mandat PBB merupakan tindakan ilegal.

Putin mengatakan diskusi tentang Suriah Kamis malam (5/9) berlangsung sampai lewat tengah malam.

Ia menambahkan telah melakukan pertemuan langsung dengan Obama dan membicarakan masalah Suriah.

Kedua pemimpin mendengarkan posisi masing-masing namun tidak menyepakati apapun, tambahnya.

Sementara itu Obama -juga dalam pidato di akhir pertemuan puncak- mengatakan semua pihak berpandangan bahwa senjata kimia telah digunakan di Suriah.

Obama mengatakan sebagian besar pemimpin berpendapat senjata kimia itu kemungkinan besar dilakukan oleh rezim Presiden Assad.

Obama menekankan aksi diperlukan karena konsensus internasional menentang penggunaan senjata kimia harus ditegakkan.

Namun Putin menggambarkan penggunaan senjata kimia itu merupakan "provokasi militan yang mengharapkan bantuan dari pihak luar".

Inggris, Kanada, dan Turki mendukung seruan Obama untuk aksi militer namun negara yang menyepakati akan mengerahkan pasukan di Suriah hanya Amerika dan Prancis.

Sejumlah laporan dari St Petersburg mengatakan penentang aksi militer Amerika dalam G20 jauh melebihi jumlah pendukung seruan Washington.(bbc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > G20
 
  Pertemuan Tatap Muka Pertama antara Presiden Trump dan Presiden Putin di G20
  Di KTT G20, Barat Peringatkan Rusia Soal Ukraina
  Obama Memperingatkan Adanya 'Intimidasi di Asia'
  Pasca Pertemuan G20, Pemerintah Akan Terus Kelola Pemulihan Perekonomian Nasional
  Putin: Negara G20 Tolak Aksi Militer Suriah
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2