Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Putin Tuding Barat Gulingkan Pemerintahan Iran
Sunday 26 Feb 2012 02:25:05
 

Perdana Menteri Rusia Vladimir Putin tuduh negara-negara Barat menggunakan isu nuklir Iran untuk gulingkan rezim Iran (Foto: Telegraph.co.uk)
 
MOSKOW (BeritaHUKUM.com) – Perdana Menteri Rusia, Vladimir Putin menuduh negara-negara Barat menggunakan isu program nuklir Iran sebagai alasan untuk menggulingkan pemperintahan di Teheran. Pernyataan ini menyusul sikap Badan Energi Atom Internasional (IAEA) yang tetap merasa memprihatinkan kemungkinan adanya aspek militer dalam program nuklir Iran.

Meski tidak menyebut negara-negara Barat yang hendak menggulingkan rezim Iran, kemungkinan tudingannya ini mengarah kepada AS, Inggris, dan Prancis. Ketiga negara ini paling keras mengkritik program nuklir Iran -yang berujung pemberian sanksi kepada negara itu.

Rusia mendukung resolusi PBB agar Iran menghentikan pengayaan uranium, namun menentang pemberian sanksi lebih lanjut kepada Iran. “Saya mencurigai upaya mencegah proliferasi senjata nuklir Iran, dilatari tujuan lain yaitu untuk menggulingkan rezim (di Iran), "kata Putin, Jumat (24/02) waktu setempat.

Sebelumnya, IAEA menyampaikan kekhawatiran bahwa Iran meningkatkan kemampuan militernya dengan bantuan seorang 'pakar asing' di wilayah Parchin, di selatan Teheran. Sedangkan AS menbahkan bahwa laporan IAEA menunjukkan Iran telah gagal meyakinkan masyarakat internasional tentang maksud damai program nuklirnya.

Laporan itu juga menyatakan Iran meningkatkan jumlah mesin yang digunakan untuk pengayaan Uranium dan menambah produksi uranium 20% lebih tinggi. Iran disebutkan pula mempersiapkan pekerjaan pengayaan Uranium pada pabrik Natanz dan tempat yang tersembunyi di Fordo, dekat dengan kota suci Qom.

Tetapi Iran menolak permintaan PBB untuk mengunjungi tempat itu dan membantah kekhawatiran yang berdasarkan pada tuduhan yang sebenarnya tidak ada. Iran bersikeras program nuklirnya untuk tujuan sipil, dan tetap melanjutkan pembangunannya. "Iran ingin tetap mengadakan pembicaraan dengan IAEA untuk membuktikan bahwa aktivitas nuklirnya itu damai," kata utusan Iran untuk IAEA, Ali Asghar Soltanieh.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2