Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Radikalisme
Radikalisme Dapat Dicegah Melalui Kepedulian Masyarakat
2018-06-04 21:15:34
 

 
BANDAR LAMPUNG, Berita HUKUM - Radikalisme dapat dicegah melalui kepedulian warga masyarakat terhadap lingkungan sekitarnya dan mau membuka wawasan serta mengembangkan cara berpikir dengan seluas-luasnya, karena didalam Al Qur'an pada ayat pertama telah diperintahkan kepada umat muslim untuk membaca (iqro) dan berusaha mengembangkan ilmu pengetahuan serta memahami agama Islam secara sempurna.

Hal tersebut dikatakan Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. di hadapan sekitar 2.000 keluarga besar TNI-Polri, tokoh agama, alim ulama dan tokoh masyarakat pada acara buka puasa bersama dalam rangka Safari Ramadhan 1439 H Panglima TNI dan KapolriJenderal Polisi Tito Karnavian, di Korem 043/Garuda Hitam, Jl. Teuku Umar No. 85 Bandar Lampung, Senin (4/6).

Lebih lanjut Panglima TNI mengajak seluruh keluarga besar TNI-Polri, tokoh agama, alim ulama dan tokoh masyarakat bersatu padu menjaga NKRI yang begitu indah dan kaya raya, jangan sampai terpecah belah bahkan hancur seperti wilayah konflik di belahan dunia lain serta jangan terjebak pada pemahaman sempit yang justru bertentangan dengan perintah agama.

"Kita harus bahu membahu untuk memberikan pemahaman yang positif dan merangkul seluruh komponen bangsa serta mengambil tindakan preventif untuk mencegah radikalisme dan terorisme," kata Marsekal TNI Hadi Tjahjanto.

Di hadapan ribuan jamaah yang mengikuti acara buka puasa bersama tersebut, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjantomenegaskan bahwa bangsa Indonesia tidak boleh takut dan lengah terhadap paham radikalisme. "Paham radikalisme ada disekitar kita, untuk itu masyarakat luas, aparat TNI dan Polri serta tokoh masyarakat harus membendung paham tersebut yang dapat berujung pada anarkisme dan aksi-aksi terorisme," jelasnya.

"Selain itu, diperlukan kepedulian para orang tua untuk mengawasi putra dan putrinya dari pengaruh radikalisme melalui media sosial, dimana saat ini sudah banyak generasi muda yang terpapar radikalisme melalui media sosial dan pertemuan-pertemuan tertutup," tambahnya.

Disamping itu, Panglima TNI juga mengatakan bahwa Bintara Pembina Desa (Babinsa) dan Bintara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Babinkamtibmas) harus memiliki peran penting dalam mendeteksi dan mencegah adanya bibit-bibit radikalisme. "Babinsa dan Babinkamtibmas dalam menjalankan tugasnya harus berkoordinasi dan bekerja sama dengan tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh komponen masyarakat lainnya dalam upaya membendung masuknya paham radikalisme," ujarnya.

Di sisi lain, Panglima TNI mengingatkan bahwa dalam waktu dekat bangsa Indonesia akan menyelenggarakan kegiatan-kegiatan penting, seperti Asian Games, Pilkada Serentak dan Pemilu 2019. "Kesuksesan kegiatan tersebut sangat tergantung pada situasi keamanan nasional, dimana Asian Games selain menjadi pertaruhan nama baik Indonesia juga menjadi potensi ekonomi yang besar untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat," ucapnya.

"Marilah kita tunjukkan bersama, khususnya masyarakat Lampung siap mensukseskan berbagai even tersebut dengan menjaga keamanan dan mempersiapkan diri sebagai tuan rumah yang baik," katanya.

Kegiatan buka puasa bersama di Korem 043/Garuda Hitam, diisi dengan kultum oleh Ketua MUI K.H. Ma'ruf Amin, dilanjutkan Sholat Maghrib, Isya dan Taraweh berjamaah serta pemberian santunan kepada Anak Yatim Piatu dan Warakawuri TNI-Polri.

Turut serta dalam acara tersebut, diantaranya Ketum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto, Aspers Panglima TNI Marsda TNI Dedy Permadi, S.E., M.M.D.S., Aster Panglima TNI Mayjen TNI Kustanto Widiatmoko, M.D.A., Kapuspen TNI Mayjen TNI M. Sabrar Fadhilah, Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI AM. Putranto, S.Sos., Kapolda Lampung Irjen Pol Drs. Suntana, M.Si., Plt Gubernur Lampung Didik Suprayitno dan Kasdam II/SWJ Brigjen TNI Syafrial, psc., M.Tr. (Han).(TNI/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Radikalisme
 
  HNW Tolak Pengkaitan Radikalisme Dengan Masjid Dan Pesantren
  Kapolri Listyo Sigit Ajak Pemuda Masjid Lawan Radikalisme dan Intoleransi
  MARAS Kecam Keras Terkait Tuduhan Prof Din Syamsuddin Radikal
  Din Syamsuddin Dilaporkan ke KASN, Ketua Fraksi PKS: Api Permusuhan Dibiarkan Menyala
  Tuduhan Radikal untuk Din Syamsuddin itu Absurd dan Memicu Kemarahan Warga
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2