ACEH, Berita HUKUM - Komite Peralihan Aceh (KPA) pusat dinilai melukai hati Lembaga Sosialisasi Memorandum of Understanding (Les MoU).
"Kita kecewa, padahal KPA pernah merekomendasikan ini kepada Les MoU," demikian ditegaskan Ketua Umum DPP Les MoU, Drs. Tgk Murdani, MA melalui Sekjen Les MoU Aceh Utara, Razali, SKM, Rabu (25/9).
Dia mengatakan bahwa, KPA pusat sebelumnya mendukung sepenuhnya kiprah lembaga yang bergerak di bidang penguatan semangat MoU Helsinki, 15 Agustus 2005. Namun sangat ironi, rekomendasi ini dicabutnya dengan alasan bahwa Les MoU telah menyimpang dari kiprahnya.
Menurutnya selama ini, Les MoU telah banyak melakukan kegiatan sosialisasi tentang implementasi MoU Helsinki, dengan menggunakan anggaran sendiri. Karena memang kegiatan pemerintah mulai dari tingkat kabupaten/kota, maupun provinsi juga tidak pernah menganggarkan sepeserpun, bantuan untuk lembaga tersebut.
"Kami ikhlas membantu mewujudkan cita-cita MoU Helsinki, meskipun tanpa dukungan mereka, namun yang kita sesalkan mengapa KPA bersikap arogan?," tandasnya.
Sebagai bentuk kekesalan kami sambungnya, pernyataan ini turut ditegaskan dengan menandatangani surat bermaterai Rp.6.000 oleh sekitar 141 ribu anggota Tim Relawan Aceh (TRA). Karena KPA telah membohongi Les MoU dengan mengatakan kepada Pemerintah Aceh, agar tidak memberikan anggaran kepadanya (Les MoU,red).
Kendati begitu, misi lembaga ini tetap akan terus berlanjut walaupun tanpa mendapat dukungan dari pemerintah ataupun KPA. "Les MoU lahir dan dari masyarakat Aceh, dan kami akan tetap berjuang," tandasnya.(bhc/sul) |