Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Perdamaian
Reog Ponorogo Meriahkan Hari Perdamaian Dunia di Haiti
Saturday 28 Sep 2013 04:48:52
 

Reog Ponorogo Meriahkan meriahkan Hari Perdamaian Dunia, bertempat di Plaza De La Paix, Port Au Prince-Haiti.(Foto: Ist)
 
HAITI, Berita HUKUM - Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah (Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haïti) dibawah pimpinan Letkol Czi Arief Novianto selaku Dansatgas, ikut serta memeriahkan Hari Perdamaian Dunia, bertempat di Plaza De La Paix, Port Au Prince-Haiti, Rabu (25/9).

Dalam peringatan tersebut, selain dimeriahkan dengan berbagai penampilan seni dan budaya dari berbagai kontingen negara yang tergabung dalam pasukan perdamaian dunia di Haiti juga diisi dengan kegiatan pelayanan kesehatan gigi oleh Kontingen Brasil serta penyuluhan tentang keamanan dan ketertiban dalam berkendara oleh kepolisian Haiti bekerjasama dengan UNPOL.

Tampilnya kesenian Reog Ponorogo dalam memeriahkan pagelaran seni dan budaya tersebut merupakan undangan khusus dari Chief of Staff Military Component of MINUSTAH, Colonel Stephen Cadden, seorang perwira menengah berkewarganegaraan Kanada. Beberapa waktu yang lalu, Chief of Staff military component of MINUSTAH (COS) mengadakan kunjungan ke Bumi Garuda Camp, Gonaives – Haiti bersama dengan pejabat Chief of Integrated Support Staff (CISS). Dari hasil kunjungan tersebut pejabat Chief of Staff (COS) ternyata sangat tertarik akan pertunjukan seni Reog Ponorogo yang kala itu ditampilkan guna turut memeriahkan acara kunjungan pejabat COS dan CISS di Bumi Garuda Camp, Gonaives-Haiti.

Dalam pagelaran seni dan budaya tersebut, kesenian Reog Ponorogo ditampilkan sebagai acara inti. Dihadapan para tamu undangan dan masyarakat Port Au Prince yang memadati Plaza De La Paix, Reog Ponorogo tampil sangat memukau dan mengundang kagum para penonton dengan beberapa atraksinya, seperti penampilan dua personel ‘jathil’ atau penunggang kuda lumping memakan pecahan gelas, menyemburkan api dan penampilan ‘bujang ganong/ganongan’ dengan atraksi akrobatik dan demonstrasi pencak silat serta tidak ketinggalan pula ketangguhan personel ‘barongan’ mengangkat dadak merak seberat sekitar 50 kilogram hanya dengan kekuatan gigitan gigi.

Para penonton terhanyut akan suasana mistis, unik, eksotis serta bersemangat dengan tetabuhan instrumen musik tradisional pengiringnya, perpaduan irama kempul, ketuk, kenong, genggam, ketipung, angklung dan terutama salompret, yang menyuarakan nada slendro dan pelog. Tidak mengherankan, gemuruh tepuk tangan dari para tamu undangan dan masyarakat Port Au Prince pecah membahana seiring berakhirnya pertunjukan kesenian Reog Ponorogo ini.

Dansatgas Kizi TNI Letkol Czi Arief Novianto yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan, penampilan kesenian Reog Ponorogo bertujuan untuk mengenalkan keanekaragaman budaya dan kesenian yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia di mata internasional.

“Pada hakikatnya selain menjadi bagian dari personel penjaga perdamaian dunia yang bertugas di Haiti, seluruh personel yang tergabung dalam Satgas Kizi TNI Konga XXXII-B/Minustah juga menjadi duta budaya bangsa guna dapat mempromosikan keanekaragaman budaya Bangsa Indonesia, khususnya Reog Ponorogo di dunia internasional”, kata Dansatgas.(tni/bhc/sya)




 
   Berita Terkait > Perdamaian
 
  Menlu RI: Dunia Menaruh Harapan Besar Kontribusi Indonesia dalam Perdamaian Dunia
  1.169 Prajurit TNI Misi Perdamaian PBB kembali dari Lebanon
  Kapuspen TNI: Sejak 1957 Sebanyak 32.191 Prajurit TNI Aktif dalam Misi PBB
  Misi Perdamaian TNI Mengemban Kredibilitas TNI
  Menhan: Pentingnya Kerjasama Internasional Demi Ciptakan Perdamaian dan Stabilitas
 
ads1

  Berita Utama
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

 

ads2

  Berita Terkini
 
SETARA Institute Kritik Putusan Banding Kasus Andrie Yunus: Impunitas Diduga Menguat

Akhirnya MK hapus pasal penghinaan terhadap pemerintah, Prabowo dan Gibran tak bisa laporkan warga

Kasus 'Kardus Durian' Belum Tuntas, KPK Diminta Periksa Muhaimin Iskandar

Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2