Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
BPJS
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal
2026-08-06 07:15:44
 

Ketika manusia tidak memanusiakan manusia, walau dalam keadaan genting sekalipun.(Foto: Twitter@AqiaqiH)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin buka suara soal kasus pasien pengguna BPJS Kesehatan yang meninggal dunia usai tidak mendapatkan ruangan perawatan setelah 8 jam di rumah sakit. Kasus meninggalnya pasien bernama Yurizal Tri Chaerawan itu akan dijadikan bahan evaluasi.

Budi mengungkapkan, salah satu tugasnya sebagai Menkes adalah menaikkan rata-rata angka harapan hidup rakyat Indonesia dari 72 tahun menjadi 76 tahun. Karena itu, ia mengaku sedih ketika ada masyarakat yang meninggal dunia di bawah rata-rata angka harapan hidup.
"Apalagi kalau meninggalnya muda. Saya merasa saya sebagai Menkes tuh gagal, kok teman-teman kita tuh ada yang meninggal muda," kata dia saat ditanya soal kasus Yurizal di Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Rabu (5/8/2026).

Menurut dia, kasus itu akan menjadi bahan evaluasi bagi Kemekes agar selalu dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat. Dengan begitu, rata-rata angka harapan hidup warga Indonesia bisa meningkat menjadi 76 tahun.

Budi mengakui masih ada sejumlah kekurangan dalam pelayanan kesehatan di Indonesia. Namun, ia berupaya untuk terus memperbaiki kekurangan yang ada, mulai dari sarana dan prasarana hingga sumber daya manusia (SDM).

"Kekurangan itu ada, itu yang harus kita perbaiki, baik di fasilitas kesehatannya, di alat-alat kesehatannya, maupun di SDM kesehatannya. Tolong bantu juga teman-teman untuk terus memberikan masukan agar itu kita bisa laksanakan," ujar dia.
Sebelumnya, informasi mengenai Yurizal yang meninggal dunia menjadi sorotan publik di media sosial. Pasalnya, beberapa hari lalu pasien itu sempat mengeluhkan tidak mendapatkan ruangan di rumah sakit setelah menunggu selama 8 jam.

Keluhan yang disampaikannya melalui akun Threads @yurizaltrich itu sempat mendapatkan respons dari warganet lainnya. Alih-alih mendapatkan dukungan, ketika itu banyak pihak yang justru menyalahkannya, termasuk dari sejumlah akun yang diketahui belakangan merupakan tenaga kesehatan (nakes).

Komentar dari para nakes itu dinilai banyak pihak sebagai bentuk nirempati terhadap pasien. Terlebih, belakangan pasien pengguna BPJS Kesehatan itu diketahui meninggal dunia sekitar sepekan setelah menyampaikan keluhannya di media sosial. (Republika/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2