Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Capres 2014
Ricky Sutanto: Indonesia Harus Miliki Casino Besar di Asia
Sunday 12 Jan 2014 17:57:25
 

Ricky Sutanto Capres 2014 dari Konvensi Rakyat.(Foto: BH/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Salah seorang Capres 2014 dari Konvensi Rakyat yakni Ricky Sutanto yang mempunyai gagasan berbeda dan pasti lain dari kandidat Capres lainya, dimana dia berniat akan membuka Casino di Indonesia dan menjadi salah satu program kerjanya, jika dirinya terpilih oleh rakyat menjadi Presiden Indonesia 2014.

Adalah Ricky Sutanto, pemilik kelompok usaha Blossom Group yang bergerak dibidang kontraktor, property dan consumer product. Di antara produknya yang terkenal adalah Equil Natural Mineral Water, Adem Sari, dan Sari Puspa.

Menurut, Ricky bahwa salah satu dari programnya jika ia menjadi Presiden indonesia maka dirinya akan membuka Casino, jadi lokasi judi yang besar, dan bahkan akan jauh lebih besar dari Macau (Hongkong).

"Kita tidak usah munafik jadi manusia, Indonesia menghadapi multi krisis, semua krisis bermuara kepada krisis kepemimpinan," ujar Ricky Sutanto, di Galery Cafe Taman Ismail Marzuki Jakarta Pusat, Minggu (12/1).

Ketika ditanya gimana caranya agar membuka Casino atau judi di Indonesia bisa terwujud?

Menurutnya, jika ada kemauan semua bisa saja diwujudkan, tujuannya guna mencegah uang orang-orang kaya Indonesia yang rutin berjudi agar tidak terbuang percuma jika bermain judinya di Singapura dan Las Vegas.

"Casino itu aturan mainya nantinya dibawah Kementrian Sosial, dan pajaknya, penghasilanya harus jelas, digunakan untuk sektor pendidikan, dan kesehatan, serta hanya member saja yang boleh main dan masuk di casino, sehingga perekonomian kita bisa meningkat. Pasal 303 KUHP semua itukan manusia yang bikin, semua bisa kita rubah," ujar Ricky dengan penuh menyakinkan.

Rencananya jika Ricky menjadi Presiden, maka ia akan mewujudkan programnya membuka Casino di kepulauan Galang, daerah Riau Kepulauan, dan Casino itu akan ia kombinasikanya dengan resot serta pariwisata, yang bernuasa pantai dan sektor kelautan.

"Selain Casino dipulau Galang, mungkin kita juga bisa buka di Bali, atau mungkin di Manado," ujarnya lagi.

Menurutnya di Indonesia Negara di Asia Tenggara yang pertama kali memiliki Casino terbesar, di Jakarta pada masa lalu di saat Gubernur Ali Sadikin, tepatnya di daerah Kemayoran, daerah Thamrin Teater dan banyak tempat lainya di sekitar Jakarta.(bhc/put)



 
   Berita Terkait > Capres 2014
 
  Ricky Sutanto: Indonesia Harus Miliki Casino Besar di Asia
  Sultan: Presiden 2014 Harus dari Luar Parpol
  Hasil Jajak Pendapat The Presiden Center, JK, Mahfud, dan Jokowi Paling Populer
  Bupati Kutai Timur Siap Maju pada Konvensi Capres 2014 Partai Demokrat
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2