MOJOKERTO, Berita HUKUM - Ratusan pendukung salah satu calon terlibat aksi di depan kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Mojokerto, Jum'at (5/7) tadi pagi. Massa yang tak terima dengan hasil penghitungan suara melempari petugas kepolisian yang berjaga, kericuhan pun tak bisa dihindari.
Aparat terpaksa membubarkan massa dengan water canon, namun aksi massa tak juga berhenti sampai disini. Petugas terpaksa mengeluarkan tembakan peringatan dan menangkap massa yang dianggap sebagai provokator, aksi ini justru membuat massa semakin bringas.
Aksi massa dengan petugas kepolisian dari Polres Mojokerto Kota ini, hanya sebagai simulasi pengamanan Pemilihan Walikota (Pilwali) Mojokerto dan Pemilihan Gubenur (Pilgub) Jawa Timur oleh Polres Mojokerto Kota. Pasalnya, dua agenda besar ini dilaksanakan dalam waktu yang sama yakni 29 Agustus mendatang.
Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Wiji Suwartini mengatakan, pihaknya menyiapkan 500 personil dalam dua agenda besar tersebut. "Karena tahapannya sangat banyak, kita juga kerahkan brimob sebanyak satu kompi dan TNI satu kompi," ungkapnya, seperti yang dikutip dari beritajatim.com, pada Jum'at (5/7).
Kapolres menjelaskan, pihaknya akan mendatangkan Densus melihat situasi dan kondisi (sikon) di lapangan jika memang harus didatangkan. Pasalnya, masih kata Kapolres, pemungutan, penghitungan suara dan penetapan merupakan masa yang paling rawan.
"Untuk saat ini kondisi dan situasi masih aman terkendali, ini juga berkat kerja sama semua pihak baik instansi terkait dan masyarakat khususnya masyarakat Kota Mojokerto. Kita berharap pengamanan baik Pilgub maupun Pilwali nanti dapat berjalan lancar dan aman," harapnya.(mp/tin/but/bjc/bhc/rby) |