Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Kriminal    
Penyerangan
Rombongan Bupati Bulukumba Diserang, Satu Luka
Sunday 20 Jan 2013 01:17:25
 

Ilustrasi, Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan.(Foto: Ist)
 
BULUKUMBA, Berita HUKUM - Mobil Bupati Bulukumba, Zainuddin Hasan dan rombongannya dihadang sekelompok orang usai melakukan kunjungan kerja di Kecamatan Rilau Ale.

Akibatnya, adik Camat Rilau, Andi Muktia harus dirawat di Rumah Sakit Umum Makassar, setelah kepalanya terluka akibat seorang penghadang menghantamkan benda tumpul ke kepalanya.

Di rumah dinas Bupati, Sabtu (19/1) Zainuddin menceritakan beberapa orang berdiri di tengah jalan sambil membawa senjata tajam.

Meski dicegat belasan orang, mobil yang membawa Bupati bisa menghindari penghadangan itu. Sayangnya, kata Zainuddin, yang kena imbasnya adalah rombongannya yang menjadi sasaran amuk penghadang.

Pelaku malah menyeret Andi Muktia keluar dari dalam mobil yang ditumpanginya, kemudian mengeroyok Andi hingga babak belur.

Untung saja Andi dapat diselamatkan setelah anggota rombongan lain menyelamatkan dan membawanya langsung ke rumah sakit.

Zainuddin menuding sekelompok orang yang menghadang rombongannya itu adalah suruhan anggota tim sukses salah satu calon Gubernur Sulawesi Selatan.

"Kita tidak usah membalikkan fakta, fakta yang sebenarnya adalah yang itulah terjadi. Dimana saya bersama rombongan dihadang oleh orang-orangnya Andi Muktamar lalu mengeroyok adik camat. Dan kami tidak mengetahui kenapa mereka menghadang kendaraan kami, padahal kami baru saja melakukan kunjungan kerja di daerah itu," cerita Zainuddin.

Di tempat terpisah, Andi Muktamar membantah keras tudingan Zainuddin. Bahkan dia menilai, kehadiran Zainuddin ke Desa Bontomanai bukan dalam kunjungan kerja atau kapasitas sebagai Bupati Bulukumba, sebab rombongan Zainuddin tidak menggunakan atribut pemkab.

"Orang-orang saya tidak menghadang, bahkan tidak ada orang kami yang membawa senjata tajam. Mereka hanya menghentikan mobil, karena kami mendapat informasi jika tim sukses salah satu calon gubernur baru saja membagi-bagikan sejumlah uang ke masyarakat," terangnya, seperti yang dikutip dari kompas.com, pada Minggu (20/10).

Muktamar melanjutkan anggota kelompoknya tidak mengetahui jika Bupati Zainuddin ikut serta di dalam rombongan itu.(kmp/bhc/opn)



 
   Berita Terkait > Penyerangan
 
  TNI Temukan Bukti Dugaan Keterlibatan Prajurit AU dan AL terkait Kasus Penyerangan Mapolsek Ciracas
  Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Apresiasi KSAD Andika Tindak Tegas Oknum TNI AD Penyerang Mapolsek Ciracas
  Sikap Tegas KSAD terkait Penyerangan Mapolsek Ciracas: Sanksi Pidana, Wajib Ganti Rugi Hingga Pemecatan
  Panglima TNI: Dari 12 Oknum TNI Diperiksa Sudah Mengaku 3 dan 27 Prajurit dalam Pemeriksaan
  TNI Sebut 10 Saksi dan 6 Anggota Diperiksa terkait Penyerangan Mapolsek Ciracas Jakarta Timur
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2