Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Rupiah
Rupiah Dalam Bahaya, Paket Kebijakan Dirilis Pekan Depan
Saturday 30 Nov 2013 12:38:38
 

Grafik Kurs Rupiah terhadap Dolar US.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemerintah sedang merumuskan formula insentif bagi eksportir untuk menyimpan dolar AS, guna memperkuat rupiah yang sempat menembus Rp12.000/US$.

Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan pemerintah berupaya memperkuat nilai tukar rupiah terhadap dolar hingga Rp11.500 guna menstabilkan kegiatan industri.

“Kalau terus bertengger pada angka Rp12.000, impor untuk bahan baku akan menyebabkan cost me ningkat,” kata Hidayat di sela-sela acara Diskusi Forum Menteri Perindustrian dengan Dunia Usaha dan Instansi Terkait di Bandung, Jumat (29/11).

Oleh sebab itu, lanjut Hidayat, pemerintah tengah fokus mengeluarkan dua regulasi baru. Regulasi tersebut yakni Peraturan Menteri Keuangan tentang kenaikan PPh impor (untuk importir). Hal ini untuk mengurangi impor dan juga meningkatkan ekspor, sebagaimana dikutip dari bisnis.com.

Selain itu, akan ada peraturan pemerintah berupa pemberian insentif agar pengusaha (eksportir) tidak mengalirkan dolarnya ke luar negeri lantaran dalam negeri membutuhkan dolar untuk menstabilkan rupiah.

Bagi para pengusaha yang mendapat keuntungan di sini, jangan di bawa ke luar, stay di sini dan nantinya akan diberi insentif.

“Soal PP nanti ya. Dalam seminggu ini kami fokus mengeluarkan regulasi. Jadi, paket kebijakan yang Agustus itu akan di umumkan sekalian minggu depan.”

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi mengatakan sektor manufaktur akan terkena dampak yang cukup besar dengan terjadinya pelemahan rupiah. Hal ini karena impor yang masih cukup tinggi.

Menurutnya, kekhawatiran paling besar adalah sulitnya melakukan penjualan.(bis/yus/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Rupiah
 
  Efektivitas Peluncuran Uang Kertas Pecahan Rp 75 Ribu Edisi Khusus Dipertanyakan
  Rupiah Terus Anjlok, Defisit Anggaran Melebar dan Kasus Corona Bertambah
  Tekapar 127 Poin, Rupiah Menjadi Mata Uang Paling Lemah di Asia
  Kritik dan Tertawai Cetak Uang Braille, TKN Jokowi - Ma'ruf Sangat Below Standar Pengetahuan
  IPI: Ada 2 Faktor Penyebab Melemahnya Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kerusuhan pengibaran bendera bulan bintang di Hari Damai Aceh - "Masalah bendera seperti api dalam sekam"

Begini Sibuknya Polri Distribusikan Bantuan Logistik Kapolri untuk Korban Gempa di Flores

Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2