JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Said Aqil Siradj mengaku secara pribadi dirinya mendukung pencalonan Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Letnan Jenderal (Purn) Prabowo Subianto sebagai presiden. Namun, ia menegaskan bahwa warga NU bebas memilih siapa pun calon pemimpinnya.
"Warga NU bebas memilih siapa saja sebagai capres, tapi secara pribadi saya mendukung Prabowo Subianto sebagai capres yang akan bertarung nanti," ujar Said dalam keterangan tertulis di Jakarta, seperti dikutip Antara.
Menurut dia, Prabowo mempunyai sikap tegas, berani, dan berwibawa untuk memajukan dan membangun Indonesia ke arah yang lebih baik lagi.
"Prabowo adalah sosok pemimpin tegas yang memikirkan rakyat kecil, antara lain petani, buruh, nelayan, dan sebagainya," ujar dia.
Indonesia, kata dia, juga harus berdaulat secara ekonomi, politik, serta budaya. Jadi bukan hanya secara geografis.
"Jangan sampai bangsa Indonesia dikangkangi oleh para investor. Karena itu, Indonesia butuh pemimpin yang berani sehingga dapat berdaulat secara ekonomi," kata Said.
Selain itu, lanjutnya, siapa pun pemimpin yang terpilih kelak harus selektif dan tidak boros dalam menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
"APBN digunakan untuk kepentingan rakyat Indonesia dan pilpres harus berjalan secara damai karena itu bagian dari proses demokrasi," ujar dia.
Pencapresan koalisi Prabowo ini semakin menguat, dimana telah resmi didukung oleh partai Islam, Religius Nasionalis; Partai Gerindra PPP, PAN dan PKS dengan total perolehan 4 partai koalisinya sebesar 32.72% dengan 201 kursi DPR RI.
Selain Ketua Umum PB NU Kiai Said Aqil Sirajd, Kiai Maimun Zubair dari Dewan Syariah Pusat PPP, dan Rhoma Irama yang mula-mula mendukung PKB, sekarang pun menyatakan dukungan kepada pasangan Prabowo-Hatta. Sementara, Hatta Rajasa juga sudah meletakkan jabatannya dari Menteri Koordinator Perekonomian dengan didampingi Prabowo pada pengunduran dirinya saat menghadap Presiden SBY kemarin, yang sekaligus pamit untuk menjadi Cawapres pada 9 Juli mendatang.
Prabowo memang belum memutuskan secara resmi siapa bakal calon wakil Presiden yang akan mendampinginya. Hanya saja, PAN mengusulkan Hatta Rajasa sebagai Cawapres Prabowo yang tampak menguat untuk dipilih, karena Hatta Rajasa bisa mewakili luar Jawa dan tokoh Islam, guna bersaing memenangkan Pilpres 2014. (dbs/Antara/kompas/bhc/sya) |