 Kapuspen TNI, Mayor Jenderal TNI M Fuad Basya menyampaikan sambutan dalam media gathering bersama wartawan, Rabu (17/9). Kapuspen ditemani Kadispen AL, Laksma TNI Manahan Simorangkir, Kadispen AU, Marsma TNI, Hadi Tjahyanto dan Sekdispen AD, Kolonel TNI Gatot Eko.(Foto: BH/mat) |
JAKARTA, Berita HUKUM - Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayor Jenderal TNI, M. Fuad Basya, menyatakan Hari Ulang Tahun (HUT) TNI yang ke 69 tahun pada 5 Oktober mendatang akan dilaksanakan dan dirayakan di Dermaga Ujung, Koarmatim, Surabaya.
Pemilihan tempat tersebut berdasarkan lokasi yang saling terkait antara darat, laut dan udara guna mempertunjukkan kekuatan TNI dalam perayaan HUT ke 69. Akan rencana unjuk kekuatan, Fuad Basya menyebutkan sejumlah alat tempur baru akan dipamerkan. Diantaranya Rudal Mistral, Rudal RBS 70, Radal Girrafe, Heli Bell 412, Meriam 23, pesawat F16, Tank Battle Mac serta pesawat maupun kapal LST (Landing Ship Tank) dan Kapal Fregat buatan Inggris.
“Perayaan kali ini akan kami gelar lebih optimal. Artinya kami akan memperlihatkan kekuatan TNI yang sesungguhnya. Bahwa TNI senantiasa siap dan siaga guna membela tanah air. Adapun Hut kali ini pun kami dedikasikan bagi Presiden SBY sebelum beliau mengakhiri masa jabatannya,” papar Fuad Basya pada Berita Hukum, usai membuka acara Media Gathering Kapuspen TNI dengan Wartawan, Rabu (17/9) di Markar Besar TNI Jakarta.
Alutsista yang dimiliki TNI baik itu dari Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara akan ditampilkan secara besar-besaran melalui parade, demo sailing pass dan flying pass dan peragaan dari berbagai pasukan.
“kami ingin tunjukan bahwa Indonesia memiliki pasukan dan alat tempur yang paling lengkap dan paling kuat di kawasan Asia Tenggara. Momentum ini pun diharapkan guna meningkatkan profesionalisme, disiplin serta semangat juang prajurit,” kata Fuad menambahkan.
Disebutkan Fuad, HUT ke 69 itu diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar 20 milyar rupiah. Diantaranya digunakan untuk mendatangkan berbagai alat tempur dan persiapan panitia pelaksana. Acara itu pun akan dimeriahkan oleh 18.000 prajurit TNI dari berbagai kesatuan. Direncanakan pula, Panglima TNI, Jenderal Moeldoko, akan memberikan brefet kehormatan bagi seluruh Gubernur yang telah bekerjasama dan mendukung TNI dengan baik.
“Tapi para gubernur itu harus melalui rintangan dulu sebelum menerima brevet kehormatan pada perayaan tersebut. Yaa, semacam permainan tantangan agar mereka selalu mengingat tidak mudah mendapatkan brevet kehormatan dari kami,” pungkas Fuad sambil tersenyum.(bhc/mat)
|