Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Pilpres
Selain Megawati, Habib Rizieq dan Din Syamsuddin Juga Ajukan Amicus Curiae
2024-04-18 06:02:10
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jelang putusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal sengketa Pilpres, semakin banyak tokoh mengajukan diri sebagai amicus curiae atau sahabat pengadilan.

Terkini, pendakwah Habib Muhammad Rizieq Shihab dan aktivis Din Syamsuddin juga mengirim dokumen amicus curiae ke MK, diserahkan hari ini, Rabu (17/4).

"Kami ini kelompok warga negara Indonesia yang memiliki keprihatinan mendalam terhadap keberlangsungan dan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia," bunyi pengantar amicus curiae yang diterima redaksi.

Selain dua tokoh itu, amicus curiae juga diajukan Ketua Umum PA 212, Shabri Lubis, Ketua GNPF Ulama, Yusuf Martak, dan mantan juru bicara Front Pembela Islam, Munarman.

Secara garis besar, poin yang disampaikan sama, yakni menyorot penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Presiden Joko Widodo demi memenangkan putranya, Gibran Rakabuming Raka, yang menjadi Cawapres Prabowo Subianto.

"Untuk itu, tepat kiranya, secara kelembagaan negara, Mahkamah Konstitusi mengambil peran meluruskan berbagai penyimpangan dan penyalahgunaan kekuasaan yang melenceng dari semangat reformasi," tambah pengantar itu.

Sebelumnya, Selasa (16/4), Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, juga mengajukan amicus curiae terkait sengketa Pilpres 2024 di MK. Surat itu diserahkan Sekjen Hasto Kristiyanto dan Djarot Saiful Hidayat.

Sementara, pengajuan amicus curiae atau sahabat pengadilan ke Mahkamah Konstitusi oleh Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, menuai reaksi banyak kalangan.

Salah satunya Sekretaris Jenderal PKS, Aboebakar Al Habsyi, yang menilai langkah Megawati itu bagus dan perlu menjadi perhatian serius.

"Saya pikir itu bagus, menggambarkan konsentrasi dan atensi serta perhatian yang dalam dari tokoh besar nasional yang punya jam terbang dan punya daya dukung publik cukup kuat. Saya pikir harus dapat atensi dan perhatian yang baik," kata Aboebakar kepada wartawan, Rabu (17/4).

Disinggung soal isi petitum Megawati terkait unsur kecurangan terstruktur, sistematis dan masif (TSM) pada penyelenggaraan Pilpres 2024, pria yang akrab disapa Habib Aboe itu mengatakan sudah sesuai.

"Ya kita cocok-cocok aja lah," sergahnya.

Sementara itu, saat disinggung sikap PKS pada pemerintahan mendatang, oposisi atau koalisi, menurutnya, di manapun tidak masalah, dan sudah pengalaman jadi oposisi maupun koalisi, sejak lama.

"Buat PKS yang jam terbangnya cukup, mau ada di dalam atau di luar (pemerintahan), biasa saja. Dan DNA kita itu, di luar oke, di dalam pun kita oke," tutupnya.(RMOL/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2