Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
TNI
Seminar Peradaban: Reformasi TNI
Sunday 22 Nov 2015 02:53:56
 

Tampak para pembicara Seminar Peradaban, ‘Reformasi TNI’ yang diselenggarakan oleh Institut Peradaban di Wisma Elang Laut, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (18/11).(Foto: BH/mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kembalikan Jatidiri dan Peradaban TNI Reformasi di Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dijalankan semenjak lima belas (15) tahun yang lalu sudah tuntas, sesudah tahun 1998. TNI kembali ke jati dirinya, dan konsisten melakukan reformasi internal.

"Saya sendiri turut aktif dalam proses awal reformasi yang tidak mudah itu," ujar Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) J. Suryo Prabowo, ketika menyampaikan pendapatnya terkait "Reformasi TNI" pada Seminar Peradaban yang diselenggarakan oleh Institut Peradaban di Wisma Elang Laut, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (18/11) lalu.

Letjen TNI (Purn) J. Suryo Prabowo mengucapkan terimakasih kepada segenap jajaran Keluarga Besar TNI atas peran, kontribusi, dan kesungguhannya dalam menuntaskan proses panjang reformasi TNI tersebut. Sementara itu, dirinya merasa sedikit heran saat mendapat TOR dalam seminar yang intinya masih mempertanyakan tentang perkembangan atau kelanjutan reformasi TNI.

Padahal sejatinya, dua (2) tahun yang lalu dalam amanat HUT TNI ke 68 di Halim Perdana Kusuma, Mantan Presiden RI ke VI, Jenderal TNI (Purn) Soesilo Bambang Yudhoyono tentu lebih valid, “bahwa reformasi TNI sudah tuntas. Selain itu, saat upacara hari TNI tanggal 7 Oktober 2014 yang diadakan di Dermaga Koarmatim TNI Surabaya. Presiden RI ke VI, Soesilo Bambang Yudhoyono, Peradaban TNI harus dipertahankan,” terangnya.

Tetapi TOR seminar secara implisit masih berpendapat, bahwa ada indikator, yakni Pertama (1), reformasi TNI belum selesai dengan menggunakan masih dibawah Presiden, dan Kedua (2), pengadilan militer masih tetap sedia kala. Ia-pun juga mengutip dari makalahnya pernyataan Dr. Koenadi Kardi, MSc, RCDS yang dimana menurut sudut pandangnya, masih nampak pejabat eselon I di jajaran Kementerian Pertahanan yang masih didominasi oleh Perwira TNI. “Selain itu, ada juga yang beranggapan sepanjang restrukturisasi Komando Teritorial (Koter) belum dilakukan, Maka Reformasi TNI belum Final," ungkapnya.

"Saya lebih mengacu pada penilaian mantan Presiden SBY yang menyatakan, Reformasi TNI telah tuntas. Ini dikarenakan, selain Presiden membawahi TNI, beliau adalah salah satu perwira tinggi TNI yang mengetahui persis dan membidangi proses dari reformasi TNI," jelasnya.

"Ada 5 (lima) esensi dari reformasi TNI, yakni Pertama (1), Meninggalkan peran sosial politik. Kedua (2) Fokus pada pertahanan negara. Ketiga (3), Menyerah kan tanggungjawab keamanan dalam negeri kepada polri. Keempat (4), Meningkatkan Konsistensi Implementasi doktrin gabungan, dan Kelima (5) Meningkatkan kinerja manajemen internal," tandas Letjen TNI (Purn) J. Suryo Prabowo.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > TNI
 
  Pengemudi Mobil Plat TNI Palsu Cekcok dengan Pengendara Lain Jadi Tersangka Pasal 263 KUHP
  Jenderal Maruli Simanjuntak Resmi Jadi Kepala Staf TNI AD
  Meutya Hafid: Utut Adianto Pimpin Panja Netralitas TNI Komisi I
  Komisi I DPR RI Sepakat Jenderal Agus Subiyanto menjadi Panglima TNI gantikan Laksamana Yudo Margono
  Aspek Netralitas Akan Jadi Sorotan Komisi I dalam RDPU Visi-Misi Calon Panglima TNI
 
ads1

  Berita Utama
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

 

ads2

  Berita Terkini
 
Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2