JAKARTA, Berita HUKUM - Kembalikan Jatidiri dan Peradaban TNI Reformasi di Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dijalankan semenjak lima belas (15) tahun yang lalu sudah tuntas, sesudah tahun 1998. TNI kembali ke jati dirinya, dan konsisten melakukan reformasi internal.
"Saya sendiri turut aktif dalam proses awal reformasi yang tidak mudah itu," ujar Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) J. Suryo Prabowo, ketika menyampaikan pendapatnya terkait "Reformasi TNI" pada Seminar Peradaban yang diselenggarakan oleh Institut Peradaban di Wisma Elang Laut, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Rabu (18/11) lalu.
Letjen TNI (Purn) J. Suryo Prabowo mengucapkan terimakasih kepada segenap jajaran Keluarga Besar TNI atas peran, kontribusi, dan kesungguhannya dalam menuntaskan proses panjang reformasi TNI tersebut. Sementara itu, dirinya merasa sedikit heran saat mendapat TOR dalam seminar yang intinya masih mempertanyakan tentang perkembangan atau kelanjutan reformasi TNI.
Padahal sejatinya, dua (2) tahun yang lalu dalam amanat HUT TNI ke 68 di Halim Perdana Kusuma, Mantan Presiden RI ke VI, Jenderal TNI (Purn) Soesilo Bambang Yudhoyono tentu lebih valid, “bahwa reformasi TNI sudah tuntas. Selain itu, saat upacara hari TNI tanggal 7 Oktober 2014 yang diadakan di Dermaga Koarmatim TNI Surabaya. Presiden RI ke VI, Soesilo Bambang Yudhoyono, Peradaban TNI harus dipertahankan,” terangnya.
Tetapi TOR seminar secara implisit masih berpendapat, bahwa ada indikator, yakni Pertama (1), reformasi TNI belum selesai dengan menggunakan masih dibawah Presiden, dan Kedua (2), pengadilan militer masih tetap sedia kala. Ia-pun juga mengutip dari makalahnya pernyataan Dr. Koenadi Kardi, MSc, RCDS yang dimana menurut sudut pandangnya, masih nampak pejabat eselon I di jajaran Kementerian Pertahanan yang masih didominasi oleh Perwira TNI. “Selain itu, ada juga yang beranggapan sepanjang restrukturisasi Komando Teritorial (Koter) belum dilakukan, Maka Reformasi TNI belum Final," ungkapnya.
"Saya lebih mengacu pada penilaian mantan Presiden SBY yang menyatakan, Reformasi TNI telah tuntas. Ini dikarenakan, selain Presiden membawahi TNI, beliau adalah salah satu perwira tinggi TNI yang mengetahui persis dan membidangi proses dari reformasi TNI," jelasnya.
"Ada 5 (lima) esensi dari reformasi TNI, yakni Pertama (1), Meninggalkan peran sosial politik. Kedua (2) Fokus pada pertahanan negara. Ketiga (3), Menyerah kan tanggungjawab keamanan dalam negeri kepada polri. Keempat (4), Meningkatkan Konsistensi Implementasi doktrin gabungan, dan Kelima (5) Meningkatkan kinerja manajemen internal," tandas Letjen TNI (Purn) J. Suryo Prabowo.(bh/mnd)
|