MEDAN, Berita HUKUM - Seorang remaja pekerja dipabrik pencucian plastik, tewas tersengat listrik. Meski korban sempat dibawa kerumah sakit, namun nyawa korban bernama yang Adi Saputra (17) ini tak tertolong lagi, Jumat (5/10), sekitar pukul 20.00 Wib.
Informasi yang dihimpun dirumah duka, Jalan Selambo, Gang Gesang, Desa Amplas Kebon, Kecamatan Percut Seituan, Adi disebutkan sedang istirahat ketika usai main bola di halaman pabrik tempat dia bekerja itu. Entah bagaimana, tangan kiri anak ke 2 dari 6 bersaudara dari pasangan Zulfian dan Mak Ayu ini tersetrum. Dalam beberapa detik saja, Adi terhempas tak sadarkan diri. Lalu teman - temannya menghubungi keluarga Adi tentang kejadian itu.
Mendengar kabar duka itu, Zulfian langsung datang ke pabrik milik seorang yang disebut - sebut bermarga Silaen ini dan mendapati anak kesayangannya tergeletak di tanah.
"Waktu itu, Adi tergeletak di lantai. Aku lihat dia udah ngorok. Tapak tangan kirinya ada luka bakar. Trus dibilang mamaknya bawa ke rumah sakit Estomihi. Ku bawalah ke sana", kata Zulfian dengan wajah sedih.
Sesampainya di rumah sakit, Adi langsung dibawa ke ruang ICU. Namun dokter setempat mengatakan nyawa Adi sudah tak tertolong lagi.
"Kami masih gak percaya, tapi dokter tetap bilang kalau anak saya sudah meninggal", kata Zulfian lagi.
Kepergian Adi merupakan pukulan telak bagi keluarga. Pasalnya, selain disayang keluarga dan neneknya, Adi juga dikenal anak yang rajin. Kenangan itu membuat ibunya yang biasa dipanggil 'Mak Ayu' oleh tetangga ini tak henti - hentinya meratapi kepergian anaknya.
"Tadi siang dia senyum - senyum naik mobil dari pabrik itu. Tapi sekarang dia udah gak ada lagi", kata Mak Ayu.
Tak lama kemudian, petugas Identifikasi Polresta dan Polsek Percut Seituan datang ke rumah duka. Setelah mengambil sidik jari, selanjutnya keluarga menandatangani surat pernyataan agar mayat tidak diautopsi.(bhc/fiq)
|