Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yaman
Serangan Bom Mobil di Yaman Tewaskan 15 Siswa
Wednesday 17 Dec 2014 14:29:21
 

Dua serangan bom mobil yang berbarengan di Provinsi Bayda, Yaman.(Foto: Istimewa)
 
YAMAN, Berita HUKUM - Dua serangan bom mobil yang berbarengan di Provinsi Bayda, Yaman menewaskan sedikitnya 25 orang, dan 15 di antaranya adalah anak-anak. Anak-anak itu sedang berada di dalam sebuah bus sekolah yang sedang melewati pos pemeriksaan yang dijaga kaum pemberontak Houthi Syiah, tatkala bom pertama meledak.

Bom kedua meledak tak lama sesudahnya dekat rumah seorang pemimpin Houthi.

Para pemberontak menuding, pelakunya adalah kaum militan Sunni dari al-Qaida Semenanjung Arab (AQAP).
Mereka sudah bertempur di Radaa sejak kaum Houthi mengambil alih kubu AQAP Oktober lalu, sebulan setelah mengambil alih ibu kota Sanaa.

Kejahatan keji

Tak jelas apakah bis sekolah di pos pemeriksaan itu merupakan sasaran serangan bom pertama.
Kantor berita AP mengutip kalangan Houthi menyebutkan, para korban semuanya adalah bocah perempuan yang baru pulang belajar di sekolah dasar setempat.

Mereka mengecam serangan itu sebagai "kejahatan terkeji terhadap masa kanak-kanak manusia."
Kalangan Houthi tidak mengungkapkan apakah 10 orang yang tewas dalam serangan bom kedua adalah anggota kelompok mereka atau para pejalan kaki saja. Tidak jelas juga apakah orang yang rumahnya dibom, Abdullah Idris, termasuk salah satu korban.

Ini kedua kalinya sejak Oktober, rumah Abdullah Idris jadi sasaran serangan, sebut kantor berita Reuters.
Pemimpin pemberontak adalah juga anggota partai pimpinan bekas Presiden Ali Abdullah Saleh, yang dipaksa turun tahun 2011 oleh sebuah gerakan rakyat.

Bulan lalu, serangan bom bunuh diri menewaskan puluhan orang yang sedang berkumpul di rumah seorang pemimpin adat di Radaa.

Anak-anak tewas ketika bus sekolah mereka terjebak dalam serangan yang menargetkan rumah seorang pemimpin milisi Syiah, yang dikenal sebagai Huthi, di kota Rada, seorang sumber keamanan kepada AFP, menyalahkan serangan terhadap militan Al-Qaeda.
 
Sebuah sumber medis menegaskan bahwa setidaknya 25 orang tewas dalam serangan itu.
 
Kementerian pertahanan, pada 26sep.net situsnya, mengutuk "serangan teroris pengecut ini di rumah warga dan sebuah bus sekolah", dan juga mengadakan al-Qaeda yang bertanggung jawab.
 
Yaman telah diguncang oleh ketidakstabilan sejak pejuang Syiah menguasai ibu kota Sanaa pada bulan September.
 
The Huthi telah sejak memperluas kehadiran mereka di seluruh negeri, tetapi menghadapi perlawanan sengit dari suku Sunni dan cabang kuat Al-Qaeda di Yaman.
 
Serangan bom hari Selasa adalah yang kedua untuk menargetkan Huthi di Rada dalam sedikit lebih dari sebulan lalu.
 
Pada tanggal 12 November, seorang pembom bunuh diri menewaskan puluhan orang berkumpul di kediaman seorang kepala suku di Rada.
 
Kota Sunni-Syiah campuran telah melihat pertempuran sengit sejak Huthi mengambil alih bagian-bagian itu pada bulan Oktober, sedangkan Al-Qaeda telah menetapkan pandangan pada mengambil alih Rada.
 
Otoritas negara telah melemah dalam menghadapi persaingan di lapangan.
 
Bersenjata Huthi pada hari Selasa mengepung kementerian pertahanan di Sanaa setelah terjadi akses ditolak, kata sumber militer.
 
Kelompok lain dari milisi Syiah masuk ke kantor surat kabar Ath-Thawra menuntut pemberhentian ketua dewan, Faisal Makram, sumber di harian resmi kepada AFP.(BBC/AFP/thenewage/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Yaman
 
  Senat AS: Hentikan Dukungan Amerika pada Arab Saudi dalam Perang di Yaman
  Perang di Yaman: 'Bencana Kemanusiaan Terburuk Selama Satu Abad'
  PBB: Korban Tewas Konflik Yaman Lampaui 10.000 Jiwa
  Korban Tewas Serangan Pesta Pernikahan di Yaman Jadi 130 Orang
  KBRI Di Sanaa Terkena Bom, 2 Orang Staf Terluka
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2