Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
ISIS
Serangan Jihadis Tewaskan 5.000 Sepanjang November
Friday 12 Dec 2014 00:40:48
 

Ilustrasi. Bom bunuh diri yang dilakukan ISIS di Kobani, Suriah. ISIS elompok militan yang paling banyak melakukan serangan.(Foto: twitter)
 
LONDON, Berita HUKUM - Ancaman jihadis masih terjadi di sejumlah negara, dengan jumlah korban tewas mencapai lebih dari lima ribu jiwa, selama November 2014 berdasarkan studi BBC.

Investigasi yang bekerja sama dengan Pusat Studi Radikalisasi Internasional (ICSR) itu mencatat sebanyak 664 serangan di 14 negara.

Tujuan riset adalah menghitung korban jiwa akibat kekerasan jihadis dalam satu bulan dan memberikan gambaran akan gerakan yang sangat kompleks.

Investigasi itu menunjukkan bahwa tujuh orang meninggal setiap satu jam pada bulan November sebagai akibat kekerasan yang dikaitkan dengan al-Qaeda, kelompok pecahannya dan kelompok lain yang mengadaptasi ideologi serupa.

Berdasarkan studi, serangan yang dilakukan kelompok militan terjadi sebanyak 664 di 14 negara, dengan jumlah kematian mencapai 5.042 orang.

Menurut data, dalam sehari rata-rata terjadi 22 serangan dan 168 kerusakan.

Irak korban terbanyak

Negara yang paling terkena dampak dari serangan jihadis ini adalah Iraq, Nigeria, Suriah dan Afghanistan, dengan korban 4.031 orang di empat negara itu, atau 80% dari total jumlah kematian.

Irak merupakan negara dengan jumlah korban terbanyak, yaitu 1.770 atau 35% dari total jumlah kematian. Sedangkan jumlah serangan mencapai 233, tertinggi dibandingkan negara lain.

Urutan kedua ditempati Nigeria, dengan jumlah korban tewas 786 orang dari 27 serangan dari kelompok militan Boko Haram.

Di Afghanistan, 152 serangan menyebabkan 782 korban tewas. Di Suriah jumlah korban tewas mencapai 693 dalam 110 serangan. Di Yaman, 37 serangan menyebabkan 410 kerusakan.

Di Asia Tenggara, satu-satunya negara yang masuk dalam daftar adalah Filipina dengan 50 orang korban tewas dari sembilan serangan.

Kelompok militan yang paling banyak melakukan serangan adalah yang meyebut diri mereka Negara Islam ISIS disusul Boko Haram serta Taliban.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > ISIS
 
  Munarman Ditangkap Densus 88 Polri terkait Baiat ISIS
  Operasi Penyerbuan Pemimpin ISIS Abu Bakar Al-Baghdadi 'pada Malam Berbahaya' Sekitar 2 Jam
  ISIS Dinyatakan Kalah Setelah Pasukan Koalisi Rebut Pertahanan Terakhir
  Ketua DPR Minta Aparat Keamanan Indonesia Respons Terukur Ancaman ISIS
  'Serangan Senjata Kimia Pertama' dalam Pertempuran Lawan ISIS di Mosul
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2