JAKARTA, Berita HUKUM - Tentara Nasional Indonesia (TNI) mengerahkan 10.150 personel guna mengamankan pelaksanaan Konferensi Tingkat Tinggi 'World Islamic Economic Forum' (KTT WIFE) ke-12 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta yang rencananya akan berlangsung pada 2-4 Agustus 2016.
Pangdam Jaya Mayjen TNI, Teddy Lhaksmana selaku Pangkoopspam KTT WIEF ke-12 mengatakan, puluhan ribu personel dikerahkan untuk menjamin pelaksanaan KTT WIEF ke-12 dapat berlangsung secara tertib, aman dan berhasil.
"Kami kerahkan sekitar 10.150 personel dalam pengamanan KTT WIEF. Belum lagi personel dari Polri," ujar Pangdam Jaya Mayjen TN Teddy Lhaksmana, di Silang Monas, Jakarta, Kamis (28/7).
Dalam kegiatan apel pengamanan tersebut, Teddy membacakan amanat Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo yang mengajak seluruh masyarakat untuk menyukseskan penyelenggaraan sidang KTT WIEF ke-12 nanti.
"Sekecil apapun peran saudara adalah merupakan bentuk kepedulian dan dukungan yang baik dalam menyukseskan jalannya KTT WIEF ke-12 di Indonesia ini."
Adapun 10.150 personel itu terdiri dari Koopspam 300 orang, Kostrad 1.200 orang, Kosatgaspam TM 500 orang, Kohanudnas 700 orang, Kodam Jaya 2.200 orang, Koarmabar 1.000 orang, Koopsau I 650 orang, Kopassus 550 orang, Korps Marinir 1.200 orang, Korpaskhas 2.700 orang, Lanud Halim PK 350 orang, Kodam Sriwijaya 200 orang, dan Kodam III/Siliwangi 600 orang.
"Penyelenggaraan KTT ini adalah kepercayaan internasional terhadap Indonesia dan sekaligus sebagai kehormatan dan harga diri bangsa bahwa Indonesia mampu menjadi tuan rumah KTT WIEF 2016 dengan harapan semua agenda dapat dilaksanakan dengan tuntas," kata Teddy dalam apel kesiapan KTT WIEF ke-12 di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (27/7).
Pangdam juga menjelaskan, pengamanan pelaksanaan kegiatan tersebut juga melibatkan Polri dengan sasaran pengamanan yakni mengatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas, unjuk rasa anarkis, kerusuhan atau pembakaran, aksi terorisme, penyalahgunaan senjata api, bom maupun peledak serta sabotase dan penculikan.
"Saya tegaskan kita harus bisa menjamin keamanan semua VIP dan VVIP serta sidang KTT mulai dari kedatangan sampai peserta kembali ke negara masing-masing sehingga kegiatan itu dapat dilaksanakan dengan baik dan berhasil," ujarnya menerangkan.
Ia menambahkan, sejumlah alutsista yang dikerahkan dalam Koopspam KTT WIEF Ke-12, dari TNI AD sebanyak dua unit Heli Bell-412, enam unit tank Anoa, dua unit Ransus Jihandak dan tiga unit Detector/Radiasi.
TNI AL terdiri dari tiga unit KRI (1 LPD dan 2 PKR) dan dua unit Heli Bell on Board. TNI AU terdiri dari satu Flight SU 27/30, satu Flight F-16, dua unit Heli NAS-332 Super Puma dan dua Rai QW-3.(bh/yun)
|