Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Sudan
Sudan Tuding Israel Mengebom Pabrik Amunisi
Wednesday 24 Oct 2012 22:44:14
 

Ilustrasi, Pengeboman (Foto: Ist)
 
SUDAN, Berita HUKUM - Pemerintah Sudan menuduh Israel mengebom pabrik amunisi di ibukota negara itu, Khartoum, yang dilalap api pada Selasa malam waktu setempat (23/10).

Tuduhan tersebut disampaikan oleh Menteri Penerangan Sudan, Ahmed Bilal Osman dalam jumpa pers di Khartoum pada Rabu (24/10).

"Kita berpikir Israel melakukan pengeboman," kata Ahmed Bilal Osman.

Dugaan tersebut, lanjutnya, didasarkan bukti-bukti yang yang ditemukan di lokasi kejadian termasuk sisa-sisa bahan peledak.

"Kami berhak untuk beraksi pada tempat dan waktu yang kita tentukan," tambahnya.

Dia mengatakan, empat pesawat terlibat dalam serangan di pabrik Yarmouk. Dua orang tewas dalam serangan.

Gubernur Khartoum Abdul Rahman Al-Khider kepada media resmi Sudan mengatakan bahwa, sejumlah orang dirawat di rumah sakit akibat menghirup asap tetapi dia tidak menyebut jumlahnya.

Israel tidak berkomentar

Sejumlah warga mengatakan, mereka melihat pesawat atau rudal melintas sebelum terdengar beberapa ledakan di pabrik.

"Saya mendengar suara seperti pesawat terbang di langit, tetapi saya tidak melihat lampu dari pesawat. Kemudian saya mendengar dua ledakan dan api berkobar di kompleks," kata seorang warga yang mengaku bernama Faize seperti dikutip kantor berita AFP.

Seorang perempuan yang tinggal tidak jauh dari kompleks pabrik juga mendengar dua ledakan pada awalnya.

"Saya melihat pesawat datang dari arah timur menuju barat dan saya mendengar ledakan. Tetapi terdapat jeda sebentar antara ledakan pertama dengan ledakan kedua," kata perempuan yang namanya tidak mau disebutkan.

Sementara itu, para pejabat Israel menolak memberikan komentar terkait tuduhan Sudan.
Sudan menuduh Israel melakukan sejumlah serangan di wilayahnya selama empat tahun terakhir.

Israel sebelumnya menuding Khartoum sebagai basis militan dari kelompok Hamas.(bbc/bhc/opn)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2