Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Hanura
Sudding: Pengamat Soroti Hanura, Itu Bentuk Kepedulian
Saturday 06 Jul 2013 12:35:41
 

Ilustrasi, Ketua Partai Hanura, Wiranto saat mendapatkan nomor urut 10 Partai Peserta Pemilu 2014 di KPU Jakarta.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Beberapa hari terakhir ini banyak pengamat, tokoh masyarakat maupun politikus menyoroti munculnya pasangan Wiranto dan Hary Tanoesoedibjo (HT) sebagai calon presiden dan calon wakil presiden dari Partai Hanura.

Menanggapi hal itu, Ketua DPP Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Sarifudin Sudding, mengatakan bahwa banyaknya komentar dan penilaian dari para tokoh, pengamat serta politisi negeri ini terhadap partainya, apa pun yang mereka sampaikan, hal itu merupakan sesuatu yang positif dan salah satu bentuk kepedulian mereka.

“Kalau banyak pengamat, tokoh masyarakat dan politisi yang berkomentar mengenai Hanura, kami malah berterima kasih. Ini sesuatu hal yang positif. Begitu pun jika ada kritik dan saran, tentu akan kami jadikan bahan koreksi dan introspeksi. Ini menandakan bahwa mereka peduli dan merasa ikut memiliki Hanura, sehingga memperhatikan gerak dan langkah Hanura,” jelas Sudding kepada Okezone, Kamis (4/7/).

Menurut Sudding, sebagai partai yang sedang tumbuh untuk menjadi besar, Hanura tentu saja sangat terbuka terhadap kritik dan saran dari tokoh-tokoh nasional dan para pengamat politik. Hal tersebut juga menunjukkan bahwa keberadaan Partai Hanura semakin diperhitungkan oleh masyarakat.

“Dan sikap mereka yang mengkritisi Partai Hanura semakin menunjukkan bahwa keberadaan Partai Hanura makin diperhitungkan dalam kancah perpolitikan di tanah air,” ujarnya, seperti yang dikutip dari okezone.com, pada Kamis (4/7).

Di sisi lain, menanggapi sebagian kalangan yang mencibir pencalonan Wiranto dan HT sebagai capres dan cawapres dari Partai Hanura, dia hanya tersenyum.

“Kami berterima kasih, apa pun yang disampaikan oleh sahabat-sahabat kami dari partai lain. Itu semua akan menjadi pemacu semangat seluruh kader Hanura, baik di pusat maupun di daerah untuk berjuang lebih maksimal dalam membesarkan partai,” kata Anggota Komisi III DPR itu.

Tidak hanya berterima kasih, Sudding bahkan dengan tangan terbuka mengajak para pengkritiknya untuk bersama-sama berjuang dalam wadah Hanura. “Kami tidak hanya mengucapkan terima kasih, tapi sekaligus mengajak para pengamat, politisi maupun tokoh masyarakat untuk bersama-sama memperbaiki bangsa ini. Dan kami memiliki wadah, jadi marilah bergabung bersama kami,” katanya.

Sementara itu, menanggapi adanya dinamika di internal partai, Sudding menyatakan bahwa dinamika partai itu merupakan sesuatu yang wajar dan merupakan bagian dari demokrasi. “Yang namanya dinamika partai tentu saja selalu ada, dimana pun partainya, tidak terkecuali di Hanura, dan ini sesuatu yang wajar, karena dinamika itu bagian dari demokrasi,” pungkasnya.(mbm/hol/ozc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Partai Hanura
 
  Hanura Usul Pembentukan UU Pembuktian Terbalik Soal Harta Kekayaan Pejabat Negara
  Pecah Lagi, Konflik OSO-Wiranto Bikin Hanura Makin Tak Diperhitungkan di Pilkada 2020
  Hanura Bambu Apus Sesalkan Penyataan OSO Tuding Wiranto Penyebab Terpuruknya Partai
  Desak Polisi Tersangkakan Komisioner KPU, Ribuan Kader Hanura Geruduk Polda Metro Jaya
  Aswanto SH Putra Asli Bengkulu Bacaleg Partai Hanura untuk DPR RI
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2