Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Cina
Surat Kabar Cina Mohon Wartawannya Dibebaskan
Thursday 24 Oct 2013 08:12:46
 

Halaman depan New Express, sebuah tabloid China selatan, menyerukan polisi untuk membebaskan reporter Chen Yongzhou.(Foto: Ist)
 
CINA, Berita HUKUM - Sebuah surat kabar Cina menerbitkan di halaman depan sebuah permohonan yang amat jarang dilakukan agar wartawannya dibebaskan.

Lewat beritanya, The New Express yang terbit di Guangzhou, Cina selatan, meminta pembebasan Chen Yongzhou yang ditahan sejak pekan lalu.

Berita di halaman depan tersebut menggunakan judul dengan tiga huruf besar yang artinya Mohon Bebaskan Dia.

Selama ini mereka memilih diam karena khawatir jika mempermasalahkan secara terbuka maka akan membahayakan kondisi Chen di tahanan polisi.

"Kami selalu berpikir bahwa selama kami melaporkan secara bertanggung jawab, maka tidak akan ada masalah: dan bahkan jika ada masakah kami bisa menerbitkan perbaikan dan meminta maaf. Jika amat serius dan kami kalah di pengadilan, kami akan membayar atau tutup jika harus begitu," lapor The New Express dalam tajuk rencananya.

"Namun kenyataannya kami terlalu naif. Chen Yongzhou sudah menghabiskan tiga hari dan tiga malam (ditahan) sebelum dia bertemu dengan pengacara."

Mempengaruhi harga saham

Penahanan Yongzhou -menurut The New Express- terkait dengan laporannya tentang sebuah perusahaan peralatan konstruksi semipemerintah di Hunan.

Kepolisian Hunan sudah mengukuhkan bahwa wartawan tersebut ditangkap karena 'merusak reputasi bisnis'.

Awal tahun ini, Chen menulis beberapa laporan tentang perusahaan Zoomlion, yang sebagian sahamnya dimiliki pemerintah daerah Hunan.

Ketika laporan pertama Chen terbit di The New Express -yang menduga Zoomlion melakukan perhitungan yang tidak tepat tentang penjualannya- saham perusahaan itu anjlok dan mereka langsung mengeluarkan pernyataan.

Sama seperti surat kabar di Cina lainnya, The New Express berada di bawah kendali yang ketat namun berhasil meraih reputasi tinggi karena bentuk laporan jurnalistik investigatif, seperti dilaporkan wartawan BBC di Shanghai, John Sudworth

"Kami surat kabar kecil namun kami tulang punggung terlepas dari seberapa miskinnya kami," tulis The New Express.(bbc/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Cina
 
  Wakil Ketua MPR, Syarief Hasan: Perlu Antisipasi dan Mitigasi Lonjakan Wisatawan Cina
  Ketika Negara-negara Eropa Menghadapi Jebakan Utang' China
  Pertumbuhan Ekonomi Cina Melambat Akibat Pandemi Corona Hingga Utang
  Topan In-fa Melintasi Cina Puluhan Orang Tewas, Shanghai Dilanda Banjir Besar
  Tren 'Kaum Rebahan' Melanda Anak-anak Muda China yang Merasa Lelah Budaya Kerja Keras Tapi Gaji Pas-pasan
 
ads1

  Berita Utama
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kapolda DIY Copot Kapolresta dan Kasatlantas Polresta Sleman Buntut Kasus Hogi

Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden

Sorot Penetapan Tersangka Hogi, Komisi III DPR Panggil Kapolresta dan Kajari Sleman

Mintarsih Ungkap Hak di Balik 'Penggorengan Saham' Sorotan Menkeu Purbaya

Bupati Pati Sudewo Jadi Tersangka Kasus Dugaan Jual Beli Jabatan dan Suap di DJKA Kemenhub

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2