Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
MEA
TKI Tidak Siap MEA akan Jadi Bencana Ekonomi Indonesia
2016-08-01 22:26:57
 

Arief Poyuono, Federasi Serikat Kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra di Jakarta, Senin (1/8).(Foto: BH /mnd)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang dimulai semenjak tahun 2015 sebenarnya merupakan opportunity atau kesempatan bagi Tenaga Kerja Indonesia (TKI) untuk bisa turut ikut menikmati pertumbuhan ekonomi di negara ASEAN untuk bisa berkarir di negara anggota MEA.

"Tapi MEA sudah berjalan hingga saat ini belum ada langkah-langkah kebijakan dari pemeritahan Joko Widodo untuk menyiapkan tenaga kerja Indonesia yang punya skill untuk bisa bekerja di negara ASEAN, dan lebih banyak menjadi pekerja Unskill di Malaysia dan Singapore," jelas Arief Poyuono, Federasi Serikat Kerja Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Bersatu yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra di Jakarta, Senin (1/8).

"Hal ini membuktikan bahwa, nampak tidak ada program yang jelas pemerintah Joko Widodo untuk menyiapkan TKI yang punya skill untuk bersaing," paparnya.

Sebenarnya, banyak cara yang harus dilakukan oleh pemerintah saat ini untuk menyiapkan TKI yang bisa bersaing dengan Tenaga Kerja dari Negara ASEAN lainnya.

Arief pun memberikan permisalan, contoh dengan melihat dimana kelemahan Tenaga Kerja Indonesia untuk bisa bersaing dengan Tenaga Kerja dari Negara ASEAN. seperti, misalnya dalam hal berbahasa asing seperti bahasa Inggris dan Bahasa yang sedang menuju bahasa pergaulan bisnis yaitu bahasa Mandarin, akibat negara China yang sudah menjadi negara yang punya ekonomi kuat. Banyak keuntungan yang diambil jika TKI yang memiliki skill bisa kerja di negara ASEAN, salah satunya adalah masuknya devisa ke Indonesia.

"Karena itu penting dari sekarang pemerintah Joko Widodo agar kedepannya menyiapkan untuk kembali menghidupkan Balai Latihan Kerja (BLK) di daerah-daerah yang dilengkapi dengan lab dan pelatihan bahasa asing bagi TKI secara gratis," ungkap Arief.

Sementara, bila ditinjau untuk sektor pendidikan juga di daerah harus lebih diperbanyak lab dan pelatihan bahasa asing bagi Pelajar Indonesia didaerah dari tingkatan SMP dan SMA, karena akan sangat membantu nantinya bagi pelajar daerah untuk bisa mempelajari pengetahuan yang buku bukunya dicetak dalam bahasa asing.

"Kalau tidak ada itu semua. Jangan harap MEA akan jadi sebuah berkat bagi Indonesia, tapi justru sebuah kecelakaan ekonomi bagi Indonesia karena tidak sanggup bersaing," pungkasnya.(bh/mnd)



 
   Berita Terkait > MEA
 
  TKI Tidak Siap MEA akan Jadi Bencana Ekonomi Indonesia
  Crowdfunding Onsystem Lahir Karena Tantangan Menghadapi MEA
  Hadapi MEA 2016, Institut STIAMI Tekankan Karakter dan Bahasa
  Hadapi MEA, Gerindra Desak Pemerintah Tingkatkan Daya Saing Pekerja
  Pemerintah Kurang Sosialisasikan MEA
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2