JAKARTA, Berita HUKUM - TNI Angkatan Darat (TNI AD) bekerjasama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) menggelar program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-96 tahun 2016. Rencananya, kerjasama tersebut akan direalisasikan di 86 desa tertinggal.
Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Letjen Erwin Safitri mengatakan, sebanyak 9150 prajurit diterjunkan dalam program ini.
Menurutnya, program tersebut merupakan perencanaan dari bawah yang bermula dari Koramil dan diteruskan ke pusat.
"TNI sudah mempunyai program yang tetap. Setiap perencanaan dari bawah, dari Koramil koordinasi dengan Pemda. Pemilihannya tersebut dari bawah keatas. Setiap provinsi pasti ada," kata Erwin, usai membuka rapat koordinasi TMMD di Balai Sudirman, Jakarta, Kamis (7/4).
"Program ini juga dapat dijadikan sebagai bentuk pengabdian demi terwujudnya pertahanan negara di daerah tangguh. Juga merupakan upaya TNI untuk melestarikan sejarah terutama nilai kemanunggalan TNI dan rakyat," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengatakan, kerjasama ini menyasar desa yang dibedakan dari aspek penyediaan sarana sosial.
"Terkait dengan desa-desa, kami sudah tetapkan. Tentunya ketika disampaikan, melalui mekanisme usulan dari bawah."
"Kami punya data (desa) tertinggal. Seperti aspek pelayanan dasar milimal, lalu sarana sosial, seperti sekolah, pusat pengobatan," kata Anwar.
Ia menjelaskan, kerjasama tersebut dilakukan demi mewujudkan pertahanan negara serta percepatan desa dalam membangun Indonesia. Berkaitan dengan 86 desa yang menjadi target program TMMD, tersebar di luar pulau Jawa dari Aceh hingga kawasan Indonesia Timur.
Meskipun jumlah desa tersebut tidak banyak, namun diyakini mampu menjadi awal terbentuknya desa tangguh. "Dari 5.000 desa yang menjadi target untuk kita entaskan dari ketertinggalan, dibandingkan dengan jumlah 86 ini memang sedikit tapi kerjasama kita tidak hanya dengan TNI."
Adapun alasan Kementerian Desa menggandeng TNI, lanjut Anwar, lantaran korps militer sudah berpengalaman mengerjakan program yang menyentuh masyarakat desa.
Selain itu, TNI juga berperan dalam tegaknya NKRI.
"TNI terbukti dengan tegaknya NKRI. Dulu AMD, sekarang TMMD, harapannya dana desa bisa termanfaatkan optimal," katanya.
Khusus 2016, rencanaya TMMD bakal dimulai pada 11 Mei hingga 31 Mei mendatang. Adapun kegiatan tersebut tersebar di 61 Kabupaten/ Kota, di 62 Kecamatan dan 86 Desa di seluruh Indonesia.(bh/yun) |