SURABAYA, Berita HUKUM - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur akhirnya tak meloloskan Bakal Calon Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja. Tak terima dengan keputusan KPU, kubu Khofifah akan melaporkan ke tiga lembaga yakni Mahkamah Konstitusi (MK), PTUN (Pengadilan Tata Usaha Negara), dan DKPP (Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu).
Hal itu dilontarkan langsung oleh Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang, KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah. Pihaknya mengaku akan menempuh jalur hukum. “Kita punya yurisprudensi soal itu (pembatalan pilkada). MK pernah membatalkan tiga pilkada di Indonesia. Kasusnya juga mirip dengan Pilgub Jatim ini. Jadi sekali lagi, jika KPU berpihak, maka Pilgub Jatim bisa dibatalkan," ujar Gus Solah.
Khofifah-Herman tidak lolos karena dualisme dukungan Partai Kedaulatan (PK) dan Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia (PPNUI) yang juga memberikan dukungan ke KarSa. Melalui voting tertutup, tiga orang Komisioner KPU Jatim menyatakan Khofifah-Herman tidak memenuhi syarat dan dua lainnya menyatakan memenuhi syarat. Akhirnya KPU Jatim memutuskan Khofifah-Herman diperbolehkan mengikuti Pilgub Jatim Agustus nanti.
Sebenarnya, saat mendaftar pasangan ini mengantongi dukungan 15,55 persen suara. Dukungan tersebut datang dari PKB, PKPB, PKPI, PK, PPNUI, dan PMB. Tanpa PK dan PPNUI, otomatis dukungan berkurang tidak sampai syarat minimal yakni 15 persen.
Ketua KPU Jawa Timur, Andry Dewanto Ahmad mengatakan, rapat pleno berjalan cukup dinamis, jalur musyawarah mufakat tidak tercapai. “Jalan keluarnya akhirnya kami lakukan voting,'' katanya.
Seperti diketahui, dalam voting tertutup tersebut seorang anggota KPU Jatim menyatakan pasangan Khofifah-Herman memenuhi syarat, sementara tiga komisioner lainnya menyatakan tidak memenuhi syarat. Satu anggota lain menyatakan dukungan Partai Kedaulatan ke Khofifah memenuhi syarat, Partai Kedaulatan pendukung Soekarwo-Gus Ipul tidak memenuhi syarat. PPNUI pendukung Khofifah tidak memenuhi syarat, sementara PPNUI pendukung Soekarwo-Gus Ipul memenuhi syarat.
Mengenai keputusan yang akan mendapat perlawanan dari kubu Khofifah, KPU Jatim belum memikirkan langkah hukum untuk menghadapi pasangan calon yang tak lolos itu. “Belum dibahas rencana ke arah sana,'' jelas Andry.
Dengan tidak diloloskannya pasangan Khofifah Indar Parawansa-Herman Suryadi Sumawiredja, berarti yang diberikan hanya tiga pasangan calon. Ke tiga pasangan calon itu adalah Eggi sudjana-Muhammad Sihat dari jalur perseorangan, Bambang Dwi Hartono-Said Abdullah yang diusung PDI-P, dan Soekarwo-Saifullah Yusuf yang diusung 10 partai parlemen dan 22 partai non-parlemen. Sepuluh partai parlemen itu adalah Partai Demokrat, Golkar, PAN, PKS, Partai Gerindra, Partai Hanura, PPP, PKNU, PDS, dan PBR. Mayoritas partai di DPRD maupun partai non-kursi DPRD.(bhc/din) |