JAKARTA, Berita HUKUM - Kasus suap proyek PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap) Tarahan, Lampung tahun 2004. Yang menjerat Politikus PDI-Perjuangan boleh dibilang masih menyimpan teka-teki.
Pertama, lambannya penyidikan kasus suap yang diduga dilakukan pentinggi PT Alstom kepada Ketua Komisi XI DPR RI, Emir Moeis.
Menurut Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abraham Samad, pihaknya banyak mengalami hambatan dalam kasus menyelidiki kasus ini.
Karena, dalam kasus ini KPK harus mengarungi dua negara. Yakni, Indonesia dan Amerika Serikat. Karena, yang diduga menyuap Emir Moeis petinggi PT Alstom berada di Amerika Serikat.
Yang akhirnya, KPK harus mengirim tim ke Washington DC, Amerika Serikat. Berbarengan dengan memeriksa Sri Mulyani sebagai saksi kasus Bailout Bank Century. namun, siapakah saksi tersebut? KPK masih bungkam.
"Ada pemeriksaan saksi terkait kasus PLTU Tarahan di Washington DC, namanya siapa saya belum dapat informasi," terang Juru Bicara KPK, Johan Budi di kantornya, Jakarta, Selasa 21 Mei 2013.
PT Alstom sendiri memiliki kantor cabang terbesar di Amerika, sementara kantor pusatnya berada di Prancis yang diketahui bernama Alstom Coorporation.
Pada pertengahan bulan April yang lalu, di media asing seperti Reuteurs dan New York Times memberitakan adanya penangkapan Frederic Pierucci dan David Rothschild.
keduanya diduga terlibat dalam rencana penyuapan untuk memenangkan bisnis Alstom di Indonesia.
Frederic Pierucci yang merupakan warga Prancis, ditangkap Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, pada Minggu tanggal 14 April 2013 malam.
Sedangkan, Rothschild mengakui telah bersalah kepada Departemen Kehakiman AS. Dirinya ikut penyuapan bersama Frederic.
Tetapi, pihak KPK boleh dibilang terkesan menutup-nutupi hal tersebut. Dimana, Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto mengaku tidak mau membicarakan hal tersebut.
"Wah saya tidak bisa jawab soal itu . Saya tidak jawab bukan berarti saya tidak tahu," elaknya.
Sedangkan di dalam negeri, KPK sudah memeriksa dosen Fisip UI, Zuliansyah Putra Zulkarnaen, dan Kabag Marketing Government Funding Bank Mutiara Stephanie MC Waworuntu.
Emir Moeis sendiri ditetapkan sebagai tersangka PLTU Tarahan sejak 26 Juli 2012 lalu. Dalam kasus ini, anggota Fraksi PDI Perjuangan itu diduga menerima suap lebih dari 300 ribu US Dolar dari PT Alstom Indonesia. Sebagai pelicin buat memuluskan Pembangunan Proyek PLTU Tarahan pada 2004.
Kasus korupsi PLTU Tarahan terungkap setelah KPK berhasil mengembangkan kasus proyek CIS-RISI di PLN Distribusi Jakarta Raya (Disjaya) Tangerang yang menjerat Eddie Widiono.
Emir disangkakan mlanggar pasal 5 ayat 2, pasal 12 a dan b, pasal 11 dan atau pasal 12 D UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU 20/2001.(bhc/riz) |