Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Azerbaijan
Tentara Azerbaijan dan Armenia Baku Tembak, Puluhan Orang Tewas
2016-04-03 13:06:50
 

Pemerintah Armenia mengatakan sebanyak 18 serdadu etnik Armenia tewas dalam baku tembak, sedangkan pihak Azerbaijan mengaku 12 prajuritnya kehilangan nyawa.(Foto: Istimewa)
 
AZERBAIJAN, Berita HUKUM - Puluhan orang tewas dalam baku tembak antara tentara Azerbaijan dan Armenia di wilayah sengketa Nagorno-Karabakh.

Pemerintah Armenia mengatakan sebanyak 18 serdadu etnik Armenia tewas dalam baku tembak, sedangkan pihak Azerbaijan mengaku 12 prajuritnya kehilangan nyawa.
Awal insiden sejauh ini masih simpang siur. Azerbaijan mengklaim tentara mereka dihujani artileri berkaliber besar, namun berhasil merebut dua bukit strategis serta sebuah desa.

Di sisi lain, pemerintah Armenia berkeras bahwa Azerbaijan telah melancarkan 'serangan besar-besaran' dengan sejumlah tank, artileri, dan helikopter.

Wartawan BBC, Khonul Khalilova, menyebut bahwa terdapat laporan korban sipil baik dari pemerintah Azerbaijan maupun dari pemerintah Armenia. Kementerian Pertahanan di Karabakh yang disokong Armenia, misalnya, melaporkan bocah 12 tahun dan dua anak lainnya meninggal dunia.

Sejumlah saksi mata mengatakan sejumlah orang dievakuasi dari beberapa desa dekat zona konflik. Bahkan, ada warga yang bersembunyi di ruang bawah tanah rumah mereka.

Juru bicara pemerintah Rusia, Dmitry Peskov, mengatakan Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta gencatan senjata sesegera mungkin.

"Presiden Putin menyeru kepada semua pihak dalam konflik untuk melaksanakan gencatan senjata dan menahan diri guna mencegah timbulnya korban tambahan," kata Peskov.

Sengketa

Konflik sengketa wilayah Nagorno-Karabakh antara Azerbaijan dan Armenia memanas pada akhir 1980-an dan berkembang menjadi peperangan terbuka pada 1991 seiring dengan bubarnya Uni Soviet.

Akibat konflik tersebut, sedikitnya 30.000 orang meninggal dunia. Kemudian warga etnik Azeri di Karabakh, yang mencapai 25% dari total populasi, melarikan diri. Adapun warga etnik Armenia kabur dari Azerbaijan.

Berkat mediasi Rusia, kesepakatan gencatan senjata ditandatangani pada 1994 lalu. Konsekuensinya, meski wilayah Nagorno-Karabakh berada di Azerbaijan, namun secara administratif kawasan seluas 12.000 kilometer per segi itu dikendalikan warga etnik Armenia dengan sokongan militer dan keuangan dari pemerintah Armenia.

Kini, wilayah Nagorno-Karabakh dihuni sekitar 150.000 orang.

Sejak kesepakatan 1994, masih ada sesekali bentrokan kecil antara Azerbaijan dan Armenia di wilayah Nagorno-Karabah. Namun, ada kekhawatiran baku tembak kecil itu bisa berkembang menjadi perang besar.

Apalagi, Azerbaijan telah membeli persenjataan senilai sedikitnya US$4 miliar dari Rusia. Armenia, yang merupakan mitra strategis Rusia di kawasan Kaukasus, juga membeli persenjataan dari Rusia.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Azerbaijan
 
  Dubes Azerbaijan untuk Indonesia: Armenia Menginvasi Azerbaijan adalah Kejahatan
  Indonesia Kecam Agresi di Azerbaijan
  Tentara Azerbaijan dan Armenia Baku Tembak, Puluhan Orang Tewas
  MKRI dan MK Azerbaijan Sepakat Tingkatkan Hubungan Kerja Sama
  Korban Gempa Iran Capai Ratusan Jiwa Tewas dan Ribuan Terluka
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2