Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    

Tentara Saudi Berhasil Tembak Mati Penyerang Mendagri
Saturday 06 Aug 2011 21:22:06
 

Istimewa
 
JEDDAH-Pasukan keamanan Arab Saudi menembak mati seorang lelaki yang menyerang Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Arab Saudi, Pangeran Nayef bin Abdul Aziz di kediaman pangeran di Jeddah. Seorang lelaki lainnya dilaporkan ditangkap saat penyerangan yang berlangsung pagi buta tersebut.

Seperti diberitakan BBC, smSumber pemerintahan yang tidak disebutkan namanya mengatakan; "Dua orang lelaki menembaki kediaman Pangeran Nayef bin Abdul Aziz di Qasr Shateh". "Pasukan penjaga kemudian membalas tembakan tersebut dan berhasil menembak mati salah seorang diantaranya".

Belum ada keterangan bagaimana kondisi Nayef bin Abdul Aziz pascaserangan tersebut. Motif serangan itu juga belum diketahui. Namun, diduga berlatar belakang pribadi dan tidak terkait dengan organisasi mana pun. Dua lelaki tersebut diketahui sebagai anggota keluarga Zahrani. Mereka disebut dalam pengaruh narkoba dan salah satu di antaranya memiliki senjata api.

Anggota polisi yang berada di lokasi mengatakan, seorang lelaki menembaki di Jalan Abd el-Rahman al-Maliki di Jeddah, sebelumn akhirnya dia terbunuh. "Tidak ada korban dari pihak kepolisian maupun warga sekitar," tambah anggota polisi tersebut Sabtu (6/8).

Pangeran Nayef, yang kini berusia 78 tahun, berada di garis kedua dalam takhta kerajaan Saudi dan ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri pada tahun 2009. Dia menjadi menteri dalam negeri sejak tahun 1970 dan memimpin kerajaan Saudi mengambil tindakan keras terhadap Al-Qaeda sebagai respon atas gelombang serangan yang dilakukan kelompok militansi tersebut di antara tahun 2003 dan 2006.

Pada Agustus 2009, anak lelakinya, Pangeran Mohammed bin Nayef, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri, hampir menjadi korban bom bunuh diri yang dilakukan jaringan Al-Qaeda di semenanjung Arab atau AQAP. (mic/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2