Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Pidana    
Sampang Madura
Terdakwa Kerusuhan Sampang Jilid II Divonis 18 Bulan
Monday 25 Feb 2013 21:04:48
 

Ilustrasi.(Foto: Ist)
 
SAMPANG, Berita HUKUM - Satu dari lima terdakwa kasus kerusuhan Sampang jilid II, Mat Syafi'i (45) diganjar hukuman 1 tahun 6 bulan atau 18 bulan penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sampang, Senin (25/2).

Vonis tersebut sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang juga menuntut pidana penjara selama 18 bulan pada terdakwa.

Dalam putusan disebutkan, terdakwa terbukti melanggar pasal 351 ayat 2 KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan luka berat terhadap Omar alias Pak Tohir, korban terdakwa yang mengalami luka berat.

Perlu diketahui, kerusuhan Sampang pecah pada Minggu (26/8). Dalam kasus yang diduga dipicu persoalan pribadi dan wanita ini mengakibatkan dua orang korban tewas, tujuh orang terluka dan 37 rumah ludes terbakar.

Menetapkan Rois yang merupakan adik Tajul Muluk pemimpin Syiah di Sampang, Madura sebagai tersangka provokator. Rois dijerat 5 pasal sekaligus.(sm/kjs/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Sampang Madura
 
  Otak Kerusuhan Sampang Divonis Bebas
  Otak Kerusahan Sampang Dituntut 2 Tahun Penjara
  Terdakwa Kerusuhan Sampang Jilid II Divonis 18 Bulan
  Pelaku Kerusuhan Sampang Divonis 8 Bulan
  ELSAM Sampaikan Temuan Kasus Sampang ke KY
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2