Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Eksekutif    
Polri
Terkait 'Testimoni' Fredy Budiman, Mabes Polri Bentuk Tim Investigasi
2016-08-10 21:13:59
 

Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar dan Koordinator Kontras Haris Azhar saat jumpa pers di Jakarta, Rabu (10/8).(Foto: BH /as)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Boy Rafly Amar mengadakan pertemuan dengan Koordinator Kontras Haris Azhar mengenai testimoni Freddy Budiman. Pertemuan digelar pascalaporan Haris yang sebelumnya menulis pengakuan Freddy Budiman tentang adanya suap kepada petinggi Polri, BNN dan TNI.

"Cerita Pak Haris tetap dijadikan masukan untuk memberantas narkoba. Mabes Polri melalui Irwasum sudah membentuk tim investigasi yang berjumlah 18 orang. Apa pun hasilnya akan disampaikan kepada publik," kata Kadiv Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar di Jakarta, Rabu (10/8).

Tim yang terdiri dari 18 orang itu juga melibatkan unsur eksternal seperti Hendardi, Poengky Indarti, dan Efendy Ghazali selain unsur-unsur Polri. Hasil investigasi, jika menemukan fakta tentu harus disampaikan dan jangan ditutupi.

"Ini yang akan dibuktikan oleh tim, meski ini bukan tim projustisia. Karena tuduhan Freddy (yang disampaikan Haris) dia mengaku menyetor uang ke Rp 450 miliar ke oknum BNN dan Rp 90 miliar ke oknum pejabat Mabes Polri, " paparnya.

Freddy juga menyinggung adanya petinggi TNI yang juga bermain narkoba. Bahkan Freddy mengaku pernah membawa narkoba dari Medan ke Jakarta, bersama seorang perwira tinggi TNI berpangkat mayor jenderal.

Selanjutnya, Haris menyampaikan kalau Mabes Polri membuat tim, BNN membuat tim, menurut saya ini bagus. Tapi saya usulkan presiden harus turun tangan. Tim di masing-masing institusi bisa bekerjasama, nanti sinergi bersama tim presiden yang akan memayungi.

Lebih jauh lagi, masih kata Haris, info adanya oknum yang menikmati aktivitas Freddy ini seharusnya dijadikan momentum untuk mengecek dari hulu ke hilir, apakah benar ada oknum atau personel yang melakukan abuse of power menyalahi sumpah institusi dan mandat.

"Apa ada yang menyalahi kewenangan dan mandat serta sumpah jabatan. Itu penting. Masing-masing institusi bisa lihat, cek, antisipatif, dan membuka diri serta sampaikan ke masyarakat," ujar Haris.

Itu lebih penting dibanding ketiganya sibuk dan buang waktu membuat laporan memperkarakan dirinya ke Bareskrim. Haris juga mengucapkan terimakasih pada masyarakat yang memberikan support pada dirinya.

Menurut Haris, kasus narkoba di Indonesia harus ditangani secara kompak dan dituntaskan sampai keakarnya dan jangan jadi bom waktu.(bh/as)




 
   Berita Terkait > Polri
 
  Kapolri Sebut Potensi Muncul 'Matahari Kembar' Jika Polri Tidak Dibawah Langsung Presiden
  Jimly: Presiden Prabowo Punya Wewenang Batalkan Perpol Nomor 10/2025
  Komjen Agus Andrianto Resmi Jabat Wakapolri Gantikan Komjen Gatot Eddy
  HUT Bhayangkara ke-77, Pengamat Intelijen Sebut Tiga Hal Ini Yang Nyata Dihadapi Polri
  Polri dan Bea Cukai Teken PKS Pengawasan Lalu Lintas Barang Masuk RI, Cegah Kejahatan Transnasional
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2