JAKARTA, Berita HUKUM - Ditunjuknya Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso untuk memimpin Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan sosok yang tepat. Apalagi Sutiyoso ini memiliki latar belakang militer dan sipil yang bisa dielaborasikan (digabung) untuk memajukan BIN lebih baik lagi dari sebelumnya. Sehingga, ke depannya Indonesia tidak lagi diremehkan oleh negara lain.
"BIN ke depan memerlukan sosok yang tidak hanya militer tapi juga sipil. Sutiyoso sudah tertempa di militer dan sipil dan selalu sukses ketika memimpin," kata Koordinator Barakuda, Barisan Rakyat Untuk Demokrasi Aman (Barakuda) Rahman Latuconsina di Jakarta, Minggu (28/6).
Menurut Rahman, terbukti sukses saat di militer bisa dilihat ketika menjadi Pangdam Jaya. Sementara, sukses di Sipil bisa dilihat ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta secara 2 periode. Oleh karenanya ditangan Sutiyoso, BIN akan menjadi lembaga bisa dibanggakan kembali, karena akan memadukan militer dan sipil.
"Kami mendukung Sutiyoso karena mendukung kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, semua pihak menghormati keputusan Presiden Jokowi Widodo. Komisi I DPR juga tidak berhak untuk menolak keputusan Presiden," tegas Rahman.
Terkait Sutiyoso terlibat pelanggaran HAM dalam peristiwa penyerangan kantor PDI pada 27 Juli 1996, Rahman menuturkan, hingga saat ini Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tidak mempersalahkan peristwa berdarah tersebut. Megawati juga tidak menaruh dendam pribadi kepada Sutiyoso, yang saat itu menjabat Pangdam Jaya.
"Para korban pada peristwa itu juga sudah memaafkan Sutiyoso. Saat ini yang menolak Sutiyoso bukan para korban. Yang menolak Sutiyoso jadi KaBIN merupakan pahlawan kesiangan. Karena para korban sudah memaafkan Sutiyoso," ungkap Rahman.
Rahman menilai, dengan ditunjuknya Sutiyoso menjadi KaBIN memang semua pihak mempunyai kepentingan. Namun yang jelas dukungan kepada Sutiyoso untuk memimpin BIN, karena untuk negara Indonesia tercinta. "Mari kita sama-sama bekerja untuk Indonesia," jelasnya.
Dalam kesempatan ini Barakuda juga menyampaikan sikap;
1. Barakuda Mendukung Sutiyoso Sebagai Kepala BIN
2. Segera Lantik Sutiyoso Sebagai Kepala BIN
3. DPR jangan Berpolitik memanfaatkan setiap momentum pengangkatan jabatan yang menjadi hak prerogatif Presiden
4. Stop berpolemik persoalan Calon Kepala BIN
5. Kembali pada cita-cita mengawal Perubahan Bersama Presiden Joko Widodo, HM Jusuf Kalla
Dinegara maju, jabatan KaBin sangat strategis karena menyangkut pertahanan keamanan, sebagai pendukung Presiden dalam memimpin Negara, untuk itu marilah kita hormati dan hargai bersama apa yang menjadi Keputusan Presiden pungkas Rahman.(bh/put)
|