Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
BIN
Terkait KaBIN, Barakuda: Sutiyoso Sudah Tertempa di Militer dan Sipil
Monday 29 Jun 2015 05:04:27
 

Koordinator Barakuda, Barisan Rakyat Untuk Demokrasi Aman (Barakuda) Rahman Latuconsina (tengah) di Jakarta, Minggu (28/6).(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Ditunjuknya Letjen TNI (Purn.) Sutiyoso untuk memimpin Badan Intelijen Negara (BIN) merupakan sosok yang tepat. Apalagi Sutiyoso ini memiliki latar belakang militer dan sipil yang bisa dielaborasikan (digabung) untuk memajukan BIN lebih baik lagi dari sebelumnya. Sehingga, ke depannya Indonesia tidak lagi diremehkan oleh negara lain.

"BIN ke depan memerlukan sosok yang tidak hanya militer tapi juga sipil. Sutiyoso sudah tertempa di militer dan sipil dan selalu sukses ketika memimpin," kata Koordinator Barakuda, Barisan Rakyat Untuk Demokrasi Aman (Barakuda) Rahman Latuconsina di Jakarta, Minggu (28/6).

Menurut Rahman, terbukti sukses saat di militer bisa dilihat ketika menjadi Pangdam Jaya. Sementara, sukses di Sipil bisa dilihat ketika menjabat Gubernur DKI Jakarta secara 2 periode. Oleh karenanya ditangan Sutiyoso, BIN akan menjadi lembaga bisa dibanggakan kembali, karena akan memadukan militer dan sipil.

"Kami mendukung Sutiyoso karena mendukung kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, semua pihak menghormati keputusan Presiden Jokowi Widodo. Komisi I DPR juga tidak berhak untuk menolak keputusan Presiden," tegas Rahman.

Terkait Sutiyoso terlibat pelanggaran HAM dalam peristiwa penyerangan kantor PDI pada 27 Juli 1996, Rahman menuturkan, hingga saat ini Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri tidak mempersalahkan peristwa berdarah tersebut. Megawati juga tidak menaruh dendam pribadi kepada Sutiyoso, yang saat itu menjabat Pangdam Jaya.

"Para korban pada peristwa itu juga sudah memaafkan Sutiyoso. Saat ini yang menolak Sutiyoso bukan para korban. Yang menolak Sutiyoso jadi KaBIN merupakan pahlawan kesiangan. Karena para korban sudah memaafkan Sutiyoso," ungkap Rahman.

Rahman menilai, dengan ditunjuknya Sutiyoso menjadi KaBIN memang semua pihak mempunyai kepentingan. Namun yang jelas dukungan kepada Sutiyoso untuk memimpin BIN, karena untuk negara Indonesia tercinta. "Mari kita sama-sama bekerja untuk Indonesia," jelasnya.

Dalam kesempatan ini Barakuda juga menyampaikan sikap;

1. Barakuda Mendukung Sutiyoso Sebagai Kepala BIN
2. Segera Lantik Sutiyoso Sebagai Kepala BIN
3. DPR jangan Berpolitik memanfaatkan setiap momentum pengangkatan jabatan yang menjadi hak prerogatif Presiden
4. Stop berpolemik persoalan Calon Kepala BIN
5. Kembali pada cita-cita mengawal Perubahan Bersama Presiden Joko Widodo, HM Jusuf Kalla

Dinegara maju, jabatan KaBin sangat strategis karena menyangkut pertahanan keamanan, sebagai pendukung Presiden dalam memimpin Negara, untuk itu marilah kita hormati dan hargai bersama apa yang menjadi Keputusan Presiden pungkas Rahman.(bh/put)



 
   Berita Terkait > BIN
 
  BIN: Kampus Harus Tingkatkan Komunikasi dengan Orang Tua untuk Cegah Radikalisme
  BIN Harus Cegah Dini Kejahatan Intelijen
  Rapat Paripurna DPR Sahkan Budi Gunawan Jadi Kepala BIN
  Budi Gunawan Ikuti Uji Kelayakan Kepala BIN
  Pimpinan DPR Terima Surat Penggantian Kepala BIN
 
ads1

  Berita Utama
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

 

ads2

  Berita Terkini
 
Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

Viral...Ketua dan Pengurus BEM UBK Akui Terima Sogokan Aksi Demonstrasi, Ada Disebut dari "Kapolda"

Ketua BEM FH UBK mengaku terima uang Rp20 juta usai demo bertemu Gibran, ini rincian aliran dananya

Heboh dugaan suap ketua BEM FH UBK jadi tanda wapres menunggangi demonstrasi mahasiswa

Korupsi BGN, Kejagung tolak permohonan justice collaborator Sony Sanjaya

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2