Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
Lomba Sains
Tiga Karya Remaja Indonesia Tampil di Ajang Sains Internasional
Thursday 28 Jun 2012 13:27:46
 

Digital Leaf Color Chart buatan M. Luthfi (Foto: BeritaHUKUM.com/nto)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) - Tiga karya remaja SMA yang berhasil memenangkan Lomba Karya Ilmiah Remaja (LKIR) ke 43 di LIPI diboyong menjadi peserta International Science and Engineering Fair (ISEF) 2012. Karya tersebut terdiri dari Digital Leaf Color Chart, kertas antirayap, dan konsep Volcanic Mudflow Breaker Dam.

Digital Leaf Color Chart adalah alat untuk mendeteksi kebutuhan nitrogen pada tanaman. Alat ini digarap oleh Muhammad Luthfi Nurfakhri yang masih siswa kelas XI di SMAN 1 Bogor.

"Ketika pulang sekolah dulu, saya sering lewat sawah dan melihat para petani memupuk tanaman dengan cara menebarkannya," terang Luthfi mengenai ide alatnya, di kantor Kemendikbud, Rabu (27/6)

Berawal dari ide tersebut, Luthfi berhasil menggondol juara ketiga ajang ISEF 2012 yang diselenggarakan oleh raksasa prosesor Intel di Pittsburgh. Kini, dia berharap alat yang dibuatnya bisa berguna untuk masyarakat, terutama petani.

Sedangkan kertas antirayap dan konsep Volcanic Mudflow Breaker Dam, sayangnya belum berhasil menggondol gelar juara di ajang internasional. Namun, kedua karya remaja Indonesia ini telah turut mengharumkan nama bangsa dengan keberhasilannya turut tampil dalam ISEF 2012.

"Untuk bisa ikut jadi pesertanya pun tidak mudah," ujar Luthfi. "Hasil penelitian kami dicek terlebih dahulu orisinil atau tidaknya, dibuat sendiri atau tidak dan banyak lagi."

Kertas antirayap dibuat oleh Efa Fazriyah Haryono dan Marwah Zairah yang masih siswa kelas XI di SMAN 1 Malingping, Banten. Bila kertas pada umumnya menggunakan timbal merah agar tahan lama dan tahan rayap, kedua gadis berjilbab ini memilih cara lain.

Timbal merah yang berbahaya untuk kesehatan manusia digantikan dengan ekstrak daun sirsak. Pasalnya ekstrak daun sirsak ini bisa digunakan sebagai insektisida alternatif yang aman bagi organisme bukan sasaran.

Sedangkan Volcanic Mudflow Breaker Dam adalah model konstruksi dam yang berguna sebagai penahan aliran lahar dingin dan mempermudah penambangan pasir vulkanik. Pembuatnya adalah Aulia Azka Januartrika, Anas Mufid Nurrochman dan Amelia Nugrahaningrum dari kelas XI SMAN 1 Yogyakarta.(bhc/nto)



 
   Berita Terkait > Lomba Sains
 
  Tiga Karya Remaja Indonesia Tampil di Ajang Sains Internasional
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2