SURABAYA, Berita HUKUM - Aksi Tiga prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri 5 Pasmar 1 Surabaya Kopda Mar Bambang Subianto, Praka Mar Joko dan Pratu Mar Maagus Sepriadi, berhasil meringkus pelaku penipuan berkedok lowongan kerja, Nufi Ridwan. Penangkapan itu terjadi di Stasiun Pasar Turi Surabaya.
Modus Nufi Ridwan warga Desa Brangkal, Kecamatan Parengan melakukan aksi kejahatannya dengan menyamar sebagai petugas PT KAI Daops 8. Dia mengaku dapat jatah untuk memasukkan satu orang calon pegawai di PT. KAI.
Sementara korban Marstiana gadis (18) baru lulus SMA yang sedang mencari pekerjaan seketika itu tergiur iming-iming pelaku yang tidak lain tetangga desanya sendiri.
Kopda Mar Bambang Subianto, mengatakan salah satu keluarga saya ada yang kena (Marstiana). Itu penipuan lowongan kerjaan di PT Kereta Api Indonesia (KAI) pelaku minta Rp 14 juta," katanya, Selasa (28/7).
Lebih lanjut Bambang, menjelaskan Marstiana yang curiga ditipu kemudian menghubunginya. Lalu dia menyusun skenario untuk menjebak pelaku. Bambang tidak sendiri, ada dua prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri 5 Pasmar 1 yang ikut membantu meringkus pelaku penipuan tersebut yakni, Praka Mar Joko dan Pratu Mar Maagus Sepriadi.
"Saya sama dua teman yang kebetulan anggota TNI juga ikut menangkap. Ini ketiga kali ketemuan antara korban dengan pelaku, paginya ngajak ketemu lagi, saat itu langsung kita tangkap," terangnya.
Selain itu kita interograsi kita tanya-tanya. masih berkelit, minta nomor awalnya enggak dikasih, pas didesak baru dia mau ngasih. Saya enggak minta apa-apa, saya mita uang dikembalikan, dia bilang enggak ada duit, pas kita desak lagi baru bilang ada duit Rp 5.600.000. Sisanya masih Rp 8.400.000. Intinya bagaimana supaya uang kembali," imbuhnya.
Sementara kasus ini, tidak dilaporkan kepada polisi. Sebab, keluarga pelaku punya itikad untuk mengembalikan uang tersebut. "Ini mau diselesaikan secara kekeluargaan. Orang tuanya sudah ketemu dengan kita, katanya mau bertangung jawab, istrinya juga mau bertangung jawab," pungkas dia.
Dengan beberapa pengakuan pelaku telah banyak menipu korbannya dengan modus yang sama. Rata-rata yang menjadi korban adalah wanita usia remaja lulus sekolah yang sedang mencari pekerjaan. Bahkan saat pelaku ditangkap ada salah seorang wanita korban penipuan Nufi Ridwan sedang menghubungi pelaku.(dispenal/tni/bh/yun) |