JAKARTA, Berita HUKUM - Tim satuan tugas (satgas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berhasil melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa Orang terduga kasus Suap, diantaranya diduga adalah Anggota DPRD dari partai PDIP di hotel mewah di Sanur, Bali pada, Kamis Malam (9/4).
Sementara terkait OTT KPK ini, Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Eva Sundari mengakui salah satu anggota DPRD Maluku berinisial EH yang tertangkap dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK adalah kader PDIP. Eva membenarkan hal tersebut setelah ia melakukan konfirmasi kepihak DPW Bali dan menonton siaran televisi.
"Ya, benar itu kader kami, tapi saya enggak paham kronologis jelasnya seperti apa, saya hanya melihat dari televisi," kata Eva, Jumat (10/4).
Eva mengatakan, PDIP tentu akan menindak tegas kader yang telah berbuat tindakan memalukan dan mencemarkan nama baik partai. Apalagi, ia ditangkap sesaat usai kongres PDIP digelar. (Baca juga: KPK Tangkap Tangan Terduga Korupsi di Bali ) Namun, Eva enggan menyebutkan nama dari kader tersebut. Ia mengatakan agar pihak yang berwenang, dalam hal ini KPK yang menjelaskan secara lebih jelas, baik dari alasan penangkapan, kasus, maupun kronologis penangkapan.
Seperti diketahui, partai berlambang banteng moncong putih ini sedang melakukan kongres pengukuhan Megawati Soekarnoputri sebagai Ketua Umum di pulau dewata. Eva sendiri enggan mengaitkan peristiwa penangkapan itu dengan kongres. Menurutnya, hal tersebut sudah diluar dari urusan kongres.
OTT yang dilakukan KPK di Bali berhasil menciduk lima anggota dewan perwakilan rakyat daerah Bali. Para tersangka langsung dibawa ke kantor KPK di Jakarta sekitar pukul 20.20, Kamis (9/3). Kelimanya langsung ditahan di rutan KPK. Namun, hingga kini pihak KPK belum memberikan pernyataan resmi terkait penangkapan tersebut.
Sedangkan, dalam OTT kali ini, KPK juga dikabarkan menyita US$ 40 ribu atau senilai Rp 518 juta. Terkait OTT ini, Dimana Tim KPK juga langsung mengembangkan operasinya di Jakarta dengan bergerak yang berhasil menyita 2 mobil berwarna silver yakni mobil Inova dengan plat B 1283 JU dan Mercedes Benz plat B 1183 RFD yang kini sudah di bawa di gedung KPK Jakarta.
Sedangkan, pelaksana tugas (Plt) pimpinan KPK Johan Budi SP membenarkan OTT itu yang dilakukan satgas KPK tersebut di sebuah hotel mewah di Bali. Namun, informasi penangkapan lebih lengkap akan dijelaskan berikutnya.
"Nanti akan dijelaskan setelah semuanya," ucap Johan saat dikonfirmasi, Jumat (10/4) dini hari.
Informasi yang beredar, yang belum jelas kepastiannya bahwa, selain yang diduga Anggota DPRD PDIP tersebut serta ada juga anggota Polri Briptu Ag dan yang juga melibatkan pengadilan negeri di Jakarta. Para terduga tersebut akan ditentukan statusnya paling lama 1 x 24 Jam.(dbs/republika/bh/sya)
|