Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Aung San Suu Kyi
Tokoh Oposisi Burma, Aung San Suu Kyi Mengunjungi Inggris
Tuesday 19 Jun 2012 14:03:00
 

Aung San Suu Kyi (Foto: bbc.com)
 
LONDON (BeritaHUKUM.com) - Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi dijadwalkan tiba di Inggris untuk bertemu keluarga kerajaan dan menyampaikan pidato di parlemen.

Nantinya, Suu Kyi akan menungunjungin London School of Economics dan dilanjutkan bertemu dengan Prince of Wales yaitu Pangeran Charles dan istrinya Camilla yang bergelar Duchess of Cornwall.

Seperti dikutip dari kantor berita BBC.com, Selasa (19/6). Inggris menjadi bagian dari turnya di Eropa, yang pertama sejak 1988. Pemimpin pro demokrasi itu menghabiskan 24 tahun dalam tahanan rumah di Burma. Ia dibebaskan di akhir 2010.

Perjalanan ke Eropa selama dua minggu yang dinilai sebagai pencapaian baru dalam perkembangan politik Burma, meliputi kunjungan ke Inggris, Swiss, Prancis dan Norwegia.
Ini adalah kunjungan ke luar negeri yang kedua bagi Suu Kyi setelah Thailand pada Mei lalu. Keputusannya untuk bepergian merupakan pertanda meningkatnya keyakinan terhadap pemerintahan Presiden Thein Sein, yang berusaha melakukan reformasi sejak berkuasa tahun lalu.

Nobel perdamaian

Awal bulan ini, Suu Kyi menyampaikan pidato Penghargaan Nobel Perdamaian di Oslo lebih dari 20 tahun sesudah ia memenangi penghargaan itu.

Ia memilih untuk tidak bepergian ke ibukota Norwegia itu pada 1991 untuk menerima penghargaan itu karena khawatir ia tidak akan diizinkan kembali ke Burma.
Dalam pidato di Oslo, Suu Kyi mengatakan ia mendengar berita tentang penghargaan itu di radio dan merasa hal itu "tidak nyata."

Memenangi penghargaan Novel Perdamaian "membuat saya merasa hidup kembali. Penghargaan itu menarik saya kembali ke komunitas manusia yang lebih besar," kata dia.

Suu Kyi juga mengatakan dukungan negara-negara Barat membantu terciptanya perubahan di Burma. Ia memulai kunjungannya di Jenewa, di kantor Organisasi Buruh Internasional PBB (ILO).
Ia mengunjungi Irlandia hari Senin kemarin dan bertemu penyanyi U2 Bono di kota Dublin. Ia juga dijadwalkan menghadiri debat di London School of Economics.

Ia juga akan berpidato di Universitas Oxford hari Rabu untuk menerima gelar kehormatan. Bertemu keluarga kerajaan. Ia tinggal di kota itu selama beberapa tahun dengan suaminya Michael Aris yang berkebangsaan Inggris sebelum kembali ke Burma.

Suu Kyi akan bertemu Pangeran Charles dan Camilla hari berikutnya.

Ia juga akan berpidato di Gedung Parlemen Kamis dan bertemu dengan Perdana Menteri David Cameron serta Menteri Luar Negeri William Hague. Aung San Suu Kyi adalah anak dari pemimpin kemerdekaan Burma Aung San, yang dibunuh pada 1947.

Ia menjadi pemimpin gerakan pro-demokrasi Burma ketika, setelah tinggal lama di luar negeri, ia kembali ke Burma pada 1988 untuk merawat ibunya yang sakit.

Ia tidak pernah meninggalkan negara itu, karena khawatir junta militer yang berkuasa tidak akan mengizinkannya kembali meski hal itu membuatnya tak bisa mendampingi suaminya ketika Aris meninggal dunia pada 1999.(bbc/sya)



 
   Berita Terkait > Aung San Suu Kyi
 
  Amnesty International Cabut Penghargaan untuk Aung San Suu Kyi
  Parlemen Kanada Sepakat Mencabut Kewarganegaraan Kehormatan Aung San Suu Kyi
  'Mendiamkan' Kekejaman terhadap Muslim Rohingnya, Kian Banyak Penghargaan Aung San Suu Kyi Dicabut
  Muhammadiyah Minta Penghargaan Nobel Perdamaian Suu Kyi Dicabut
  Sentimen terhadap Muslim, Hadiah Nobel Suu Kyi Diminta untuk Dicabut
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2