Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Peradilan    
Mahkamah Konstitusi
Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
2019-06-16 05:26:51
 

 
JAKARTA, Berita HUKUM - Jika anda akan memasuki ruang sidang sengketa Pilpres 2019 di gedung Mahkamah Konstitusi (MK) Republik Indonesia di Jl. Medan Merdeka Barat No.6 - Jakarta, anda akan melihat sebuah tulisan arab kaligrafi sepanjang 10 meter terbentang di dinding di atas pintunya.

Dari keterangan di bawahnya, diketahui bahwa tulisan kaligrafi itu dikutip dari Alquran surah An-Nisa: 135. Dalam ayat itu, Allah SWT diketahui mengingatkan kepada orang-orang beriman untuk menegakkan keadilan yang sejati yang tanpa pandang bulu dan bersaksi dengan sejujurnya.

Warna kaligrafi bergaya tulisan khat tsuluts itu abu-abu gelap, berpadu dengan dinding marmer abu-abu muda di ruang lega yang berbentuk bundar dengan pilar-pilar besar, megah.

Lantas apa sesungguhnya makna dari tulisan kaligrafi tersebut? Dalam ayat itu, Allah SWT mengingatkan kepada orang-orang beriman untuk menegakkan keadilan yang sejati yang tanpa pandang bulu dan bersaksi dengan sejujurnya.

"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah walau terhadap dirimu sendiri atau ibu, bapak, dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya ataupun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutarbalikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjakan," demikian kurang lebih terjemahan ayat tersebut.

Juru Bicara MK Fajar Laksono menjelaskan tulisan kaligrafi itu baru dipajang pada awal bulan Ramadan atau sebelum sidang sengketa Pilpres 2019 dimulai.

"Iya baru Ramadan kemarin [dipasang]," ucap Fajar saat dimintai konfirmasi wartawan, Jumat (14/6) seperti dilansir CNN Indonesia.

Fajar mengaku, MK sengaja memasang kaligrafi tersebut untuk menunjukkan identitas MK sebagai lembaga peradilan. "Dilihat dari pilihan ayatnya yang terkait dengan keadilan, ya sesuailah dengan keberadaan MK sebagai lembaga peradilan," tuturnya.

Sebagaimana saat ini, MK sedang mengadili permohonan yang diajukan oleh pasangan Capres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Jumat (14/6) merupakan hari perdana sidang sengketa tersebut.(R24/bara/CNNIndonesia/bh/sya)



 
   Berita Terkait > Mahkamah Konstitusi
 
  Massa Aksi KaPK Datangi PTUN Jakarta, Minta Anwar Usman Tidak Didzalimi
  MKMK Berhentikan Anwar Usman dari Jabatan Ketua Mahkamah Konstitusi
  Sekjen MK Kupas Tuntas Sengketa Kewenangan Lembaga Negara
  Paripurna DPR RI Setujui RUU MK Menjadi Undang-Undang
  Tulisan Kaligrafi di Pintu Masuk Ruang Sidang MK Ini Bikin Merinding
 
ads1

  Berita Utama
KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

 

ads2

  Berita Terkini
 
• KPK Tangkap Sestama BNPB dan 13 Pejabat termasuk Pihak Swasta

• BAM DPR Terima Aduan Warga Kebon Sirih Soal Tukar Guling Masjid Al Hurriyah dan Soroti Lokasi Pengganti di Pasar Minggu

• Pergantian Kapolri, Suyudi Ario Seto Resmi Pimpin Korps Bhayangkara Gantikan Listyo Sigit Prabowo

• Pasal 18 PKPU Nomor 19/2023 Diduga "Selundupan" Syarat Pendidikan, Pemohon MK: Gibran Didiskualifikasi

• Temuan Ombudsman, Lapas Cibinong Diduga Kelola Hunian Napi ala Villa Mewah

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2