JOMBANG, Berita HUKUM - Para ulama NU sejumlah Pondok Pesantren di Jawa Timur dan Jawa Tengah mendorong mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD agar merapat ke Prabowo Soebianto dalam bursa Pilpres yang digelar 9 Juli tahun ini.
Dorongan itu mengemuka dalam acara Halaqoh Kiai NU Terkait Capres-cawapres se-Jatim dan Jateng di Ponpes Aziziyah, Denanyar Jombang, Sabtu (19/4) malam lalu.
Hadir dalam pertemuan itu antara lain pengasuh Ponpes Tebuireng KH Solahudin Wahid (Gus Solah), KH Aziz Mashuri (Ponpes Aziziyah) KH Hasib Wahab, Pesantren Tambak Beras.
Dari Kediri, datang KH Anwar Mansur (PP Lirboyo), KH Anwar Iskandar (Pesantren Al Amin) dan KH Abdurrahman (Ploso Kediri). Selain itu KH Nawawi dari Sidogiri, KH Mas Mansur dari Sidoresmo, Surabaya dan KH. Lukman dari Termas Pacitan.
Gus Solah usai pertemuan mengungkapkan, memang belum ada yang direkomendasi, semuanya masih terbuka komunikasi dengan siapa saja.
Namun, menurutnya, sebagian besar ulama yang hadir dalam pertemuan itu mengarahkan Pak Mahfud MD berpasangan dengan Capres Partai Gerindra Prabowo Soebianto.
"Yang di dalam tadi umumnya condong ke Prabowo," jelas Gus Solah.
Sembari menunggu petunjuk dari para kiai, kata Gus Solah, Mahfud MD diharapkan terus melakukan pendekatan dengan sejumlah fihak, terutama dengan Prabowo Soebianto.
"Tetapi ini tidak menutup kemungkinan untuk berkomunikasi dengan siapa saja. Karena dengan siapa saja masih ada peluang," tandas Rektor Universitas Hasyim Asyari Tebuireng Jombang ini.
Menurut Gus Solah, rekomendasi final dari pertemuan tersebut baru akan diputuskan pada Rabu (23/4) mendatang. Rencananya, pertemuan lanjutan digelar di Ponpes Tebuireng Jombang.
Dijelaskan, dorongan untuk merapat ke Prabowo itu dilandasi pertimbangan, bahwa Mahfud dinilai pantas untuk menjadi bagian pemimpin RI dan peluang terbesarnya terbuka jika berpasangan dengan Prabowo.
Beberapa waktu lalu, dalam pertemuan di Ponpes Pesantren Darul Ulum Rejoso Jombang, para kiai juga sepakat mendukung agar Mahfud MD turut serta dalam bursa capres-cawapres.
Mahfud MD sendiri mengaku siap mengikuti titah para kiai sepuh. Dia berjanji terus menjalin komunikasi dengan sejumlah capres.
"Saya terima dan akan menjadi rujukan dan bahan utama untuk melangkah berikutnya," ujarnya.
Mahfud tak membantah jika sebagian besar kiai mendorong dirinya bergandengan sebagai cawapres dari Prabowo Soebianto. "Rekomendasinya memang begitu, tetapi akan lihat fakta-fakta di lapangan," pungkas lelaki kelahiran Madura ini.(surya/stno/hp/bhc/sya) |