Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Senjata
Venezuela-Rusia Kerja Sama Rakit Senjata
Friday 15 Jun 2012 05:10:23
 

Tentara Venezuela dengan Kalashnikov (AK-103) (Foto: Ist)
 
CARACAS (BeritaHUKUM.com) - Negara-negara “merah” di kancah internasional terus memperkuat diri dengan membangun instrumen-instrumen kekuatan, khususnya kemiliteran. Setelah Korut dan Iran, kini giliran Venezuela.

Di tengah desakan dan kekuatan negara Paman Sam dan sekutunya, yang terus menginvasi negara-negara kecil melalui kekuatan ekonomi, kini Venezuela sedang merakit senapan serbu bernama Kalashnikov (AK-103) serta memproduksi pesawat pengebom. Produksi ini bekerja sama dengan Rusia.

Penguatan negara Venezuela ini disampaikan langsung oleh Sang Presiden Hugo Chavez. Disampaikan Presiden yang tak gencar pada manuver-manuver Amerika Serikat itu menyatakan bahwa Venezuela sudah memulai membuat granat, amunisi, serta pesawat pengintai. Persenjataan ini bukanlah persiapan perang maupun persiapan pengacauan, melainkan sekadar membangun pertahanan negara, yang tentunya akan membuat Venezuela semakin leluasa dalam mengkritisi kebijakan-kebijakan politik internasional yang dikeluarkan Amerika Serikat dan sekutunya.

"Kami tidak berniat menyerang siapa pun. Proyek ini bertujuan untuk membangun pertahanan serta perdamaian," terang Chavez, seperti dikutip Associated Press, Kamis (14/06).

Sementara itu, ketua pengelola produsen senjata Venezuela, Jenderal Julio Cesar Morales Preto, menyatakan bahwa sampai saat ini terdapat 3 ribu senapan AK-103 yang telah dirakit. Jumlah ini merupakan total senjata yang berhasil dirakit sejak Venezuela dan Rusia menandatangani perjanjian pembangunan pabrik perakitan senjata Kalashnikov pada 2005 lalu.

"Produksi telah dimulai bahkan ketika pabrik tersebut belum selesai dibangun. Pabrik ini nantinya mampu memproduksi 25 ribu senapan AK-103 setiap tahunnya," ujar Jenderal Morales Preto.

Produksi telah dimulai meskipun pabrik belum diselesaikan. Kapasitasnya, akan memproduksi 25.000 senapan dalam setahun. (bhc/frd)



 
   Berita Terkait > Senjata
 
  Venezuela-Rusia Kerja Sama Rakit Senjata
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2