Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Ebola
Wabah Ebola Menyebar 'Terlalu Cepat' 728 Tewas
Sunday 03 Aug 2014 09:26:10
 

Ratusan warga tewas akibat wabah ini di Afrika barat.(Foto: twitter)
 
LIBERIA, Berita HUKUM - Wabah virus Ebola di Afrika Barat menyebar terlalu cepat dibandingkan upaya untuk mengontrolnya, kata kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Margaret Chan. Dia mengatakan bahwa kegagalan untuk mencegah penyebaran Ebola bisa berakibat fatal karena jumlah korban tewas akan terus bertambah.

Dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin regional, Chan mengatakan penyebaran virus sebetulnya bisa dihentikan jika dilakukan pencegahan yang terorganisir dengan baik.

Virus ini telah menewaskan 728 nyawa di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone sejak Februari.
Ebola membunuh 90% orang-orang yang terinfeksi dan pasien bisa memiliki kesempatan hidup lebih besar jika dirawat sejak dini.

Penyebaran virus bisa terjadi lewat kontak dengan darah yang terinfeksi, cairan tubuh, organ - atau lingkungan yang terkontaminasi.

Gejala awal penderita Ebola tampak seperti flu, tetapi kemudian virus itu menyebabkan pendarahan eksternal dari mata dan gusi, dan pendarahan internal yang dapat menyebabkan kegagalan organ.

"Titik balik"

Chan bertemu para pemimpin regional Guinea, Liberia dan Sierra Leone untuk meluncurkan rencana pencegahan sebesar US$100 juta.

Program ini termasuk memberangkatkan ratusan tenaga kesehatan ke negara-negara yang terinfeksi.

"Pertemuan ini harus menandai titik balik dari upaya melawan wabah," kata Chan dalam pertemuan di ibu kota Guinea, Conakry.

"Kasus terjadi tidak hanya di daerah pedesaan yang sulit diakses, tetapi juga di kota-kota padat penduduk."

Dia mengatakan wabah itu adalah yang paling mematikan dan paling banyak menyebar. Ebola juga telah menunjukkan kemampuan untuk menyebar melalui perjalanan udara, tidak seperti di masa lalu.(BBC/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Ebola
 
  WHO: Kasus Ebola Lebih dari 10.000
  Korban Ebola Capai 4.447 Orang
  WHO: Dua Puluh Nibu Orang akan Terinfeksi Ebola
  WHO: Wabah Ebola di Afrika Barat 'Hal Baru'
  Liberia Umumkan Status Darurat Terkait Ebola
 
ads1

  Berita Utama
Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

 

ads2

  Berita Terkini
 
• Listyo Sigit Prabowo Ditetapkan sebagai Tersangka Dugaan Penyadapan Ilegal terhadap Presiden

• Gerindra Dorong Tindak Lanjut Suket Tidak Sah Gibran Rakabuming Raka dan Selesaikan secara Konstitusional

• Munaslub IWAPI 2026 Sah dan Mengikat, Pemberhentian 26 Ketua DPD Cacat Hukum

• Dirut PT TGSI Lapor Propam Polri terkait Penanganan Perkara di Polres Metro Jaksel, Dugaan Kriminalisasi Mencuat

• Munaslub IWAPI: 26 DPD Sepakat Pilih Hana Fadel Mohammad Jadi Ketum Periode 2026-2031

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2