Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    

Walhi Apresiasikan Putusan Sela PTUN Jakarta
Friday 04 Nov 2011 23:58:27
 

Kawasan pertambangan Newmont (Foto: Dok. Walhi)
 
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menyambut baik putusan sela yang dikeluarkan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta, Selasa (1/11) lalu. Majelis hakim ternyata menolak permohonan Kementerian ESDM sebagai pihak tergugat intervensi melawan gugatan Walhi dkk. serta Pemda Sumbawa Barat.

Majelis hakim dalam amar putusan selanya menyatakan bahwa yang jadi obyek sengketa hukum bukanlah kebijakan yang dikeluarkan Kementerian ESDM, melainkan yang menjadi obyek sengketa adalah Surat Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 92 Tahun 2011 tentang Izin Dumping Tailing di Dasar Laut PT. Newmont Nusa Tenggara (NNT).

Putusan sela ini, terkait gugatan terhadap pembuangan limbah tambang (tailing) yang dilakukan Newmont tersebut. Walhi dkk. mempersoalkan izin pembuangan tailing ke laut, dimana hal tersebut adalah ranah Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut Manajer Kampanye Tambang dan Energi Walhi, Pius Ginting, pihak menilai bahwa tindakan Kementerian ESDM hendak ikut dalam proses hukum ini sebagai cermin ego sektoral dan cerminan kementerian yang mengejar keuntungan ekonomi semata, tanpa pernah secara mendalam memperhitungkan biaya lingkungan yang timbul akibat pembuangan limbah tambang ke laut.

“Teluk Senunu merupakan lokasi pembuangan limbah tambang Newmont adalah wilayah perairan laut masuk ke dalam kawasan Coral Triangle (Segitiga Terumbu Karang-red). Kawasan Segitiga Terumbu Karang ini kawasan terkaya akan kehidupan laut diantara semua laut di Planet Bumi,” jelasnya seperti dikutip situs resmi Walhi, Jumat (4/11).

Di kawasan Segitiga Terumbu karang dapat ditemukan lebih dari 75 % spesies terumbu karang yang telah dikenal di bumi, terdiri dari sekitar 600 spesies koral. Di dalam kawasan Segita Terumbu Karang terdapat 3000 jenis spesies ikan. Pembuangan tailing tambang ke Teluk Senunu, pastinya akan memperburuk terumbu karang, menurunkan jumlah ikan, dan menurunkan pendapatan nelayan yang tinggal di sekitar Teluk Senunu.

“Newmont telah melakukan pembuangan limbang tambang (tailing) sebanyak 140.000 ton per hari ke laut Teluk Senunu, NTB. Jumlah limbah ini setara dengan 21 kali lipat sampah harian kota Jakarta. Anehnya, Kementerian ESDM pada Oktober 2011 memberikan penghargaan Aditama kepada Newmont sebagai perusahaan tambang terbaik dalam pengelolaan lingkungan pertambangan mineral,” tandasnya.(woi/biz)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

Rakyat berhak jadi hakim kinerja Menteri Prabowo, Emrus: Jangan hindari kabinet bayangan

KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Kereta Mewah yang Siap Ubah Wajah Pariwisata Indonesia

Purbaya curhat: Saya menteri paling tidak beruntung di dunia

KPK Petakan 3 Titik Rawan Korupsi APBD, Mitigasi Potensi Kebocoran Daerah Capai Rp2,37 Triliun

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2