ACEH, Berita HUKUM - Situasi jelang pesta rakyat pada 9 April 2014 mendatang kian memanas dan tak terelakkan. Hampir setiap hari terjadi aksi teror dan keributan antara partai politik di Aceh.
Menanggapi hal ini, Wali Nanggroe Aceh, Malik Mahmud Al-Haytar meminta kepada seluruh kontestan ataupun para peserta Pemilihan Umum (Pemilu), dan para calon legislatif, kader dan simpatisan partai untuk sama-sama menjaga keharmonisan di Aceh.
"Saya mengajak para Alim Ulama, tokoh adat, untuk turut menyukseskan pemilu ini sesuai tupoksinya masing-masing," Ajak Wali Nanggroe Aceh, seusai di peusijuek di Pendopo Walikota Langsa, Jum'at (7/3) pagi tadi.
Dihadapan para tokoh agama, tokoh adat, pejabat Kota Langsa dan para tamu undangan, Wali meminta kepada seluruh elemen sipil di Aceh untuk mengikuti Pemilu pada 9 April 2014 mendatang, dengan tujuan agar terwujudnya suara rakyat sesuai komitmen-komitmen yang telah disepakati.
"Demi seksusnya Pemilu, diharapkan kepada aparat keamanan untuk dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat, dan penegak hukum harus bertindak tanpa diskriminasi," demikian pungkas Wali Nanggroe Aceh.(bhc/sul) |