Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
EkBis    
Batik
Wapres Boediono: Pemerintah Upayakan Industri Batik Tidak Dikuasai Pemain 'Besar'
Thursday 09 Oct 2014 14:30:06
 

Ilustrasi. Bahan motif batik tulis asli.(Foto: BH/coy)
 
PEKALONGAN, Berita HUKUM - Wakil Presiden (Wapres) Boediono mengemukakan, pemerintah mengupayakan agar industri batik tidak dikuasai pemain-pemain besar saja. Industri batik harus dipertahankan sebagai kekuatan ekonomi rakyat.

“Masih banyak ruang untuk mengembangkan batik, baik sebagai nilai budaya nusantara, tapi juga sebagai produk ekonomi yang bisa mensejahterakan rakyat,” kata Boediono saat membuka Pekan Batik Nusantara di Lapangan Jatayu, Kawasan Budaya Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Rabu (8/10).

Untuk itu, ia meminta jajaran pemerintah untuk membantu agar para pengusaha dan pengrajin batik bisa menangkap selera pasar dan menghadirkan produk-produk bagi kelas menengah Indonesia yang punya daya beli tinggi.

“Hal ini harus dibantu karena tidak mungkin pengrajin skala kecil-kecil bisa melakukannya sendiri,” ujar Wapres Boediono yang hadir bersama Ibu Herawati Boediono.

Dari sisi teknologi, pemerintah pusat dan daerah diharpkan mampu bekerjasama dengan melibatkan pihak lain demi mencari teknologi yang paling tepat guna mengembangkan industri batik.

“Jangan sampai luntur, mudah rusak, atau dengan warna-warni yang menarik. Bahkan kalau menyasar ke lapisan pasar yang lebih tinggi, yang sangat peduli pada lingkungan, kita harus mencari produk batik yang pro lingkungan,” tutur Boediono.

Semua itu harus dilakukan agar produk batik terus disambut pasar, yang pada akhirnya akan meyejahterakan pengusaha dan pengrajin batik. Batik harus menjadi produk yang mempunyai nilai tambah, tidak hanya menjadi produk kodian.

Wapres Boediono mengakui bahwa sejak kecil ia sangat dekat dengan industri batik mengingat kakek dan neneknya adalah pengrajin dan pedagang batik. “Saya masih bisa membedakan kain mori promissima atau kain mori prima; mana batik dari Yogya, Solo atau Tulung Agung,” katanya.

Batik Pekalongan, lanjut Wapres, memiliki ciri khas sendiri mengingat pengaruh budaya global yang sejak lama menjadi bagian dari budaya kota-kota di pantai utara Jawa tersebut seperti pengaruh Tiongkok, Arab, Jepang bahkan Belanda.

Namun dalam mengembangkan wisata batik, Pekalongan juga bisa mengangkat aspek-aspek lain yang pada akhirnya akan berkontribusi kepada pembangunan daerah. “Kemajuan Indonesia tergantung dari kemajuan masing-masing daerah, karena tidak mungkin semua dari pusat. Kalau daerah maju, maka pusat maju,” katanya.

Menurut Walikota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie, Pekan Batik Nusantara adalah kegiatan yang dilakukan setiap tahun di kota Pekalongan sejak tahun 2006. Secara bergiliran pada tahun ganjil diadakan Pekan Batik Internasional, sedangkan pada tahun genap digelar Pekan Batik Nusantara seperti yang berlangsung pada 2014 ini.

Tujuan diselenggarakannya Pekan Batik Nusantara adalah untuk mengangkat Pekalongan sebagai ikon batik nasional, mengangkat potensi batik yang belum dieksloitasi, memberikan nilai tambah bagi batik sebagai industri kreatif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pengusaha batik di Pekalongan. “Selembar batik, selaras nafas budaya,” kata Walikota Pekalongan Basyir Ahmad Syawie.

Pekan Batik Nusantara diselenggarakan mulai 8-12 Oktober 2014 di Lapangan Jatayu dan Kota Tua Pekalongan. Sejumlah kegiatan digelar untuk menyemarakkan Pekan Batik Nusantara ini atara lain pameran batik di Gelanggang Olahraga Jetayu dengan 140 pengusaha lokal, Pekalongan Batik Carnaval, Batik Art Street, lomba desain batik dan lain sebagainya.

Hadir dalam kesempatan pembukaan Pekan Batik Nusantara itu antara lai Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, Wakil Gubernur Jawa Tengah Heru Sudjatmoko, serta Walikota Pekalongan Muhammad Basyir Ahmad Syawie, dan para pimpinan daerah dari forum koordinasi wilayah Jawa Tengah.(SetwapresRI/ES/bhc/sya)



 
   Berita Terkait > Batik
 
  Menperin Buka Pagelaran Pesona Batik Pesisir Utara, Tingkatkan Ekonomi Kreatif
  Discovery Hotel & Convention Ancol Ajak Pengunjung untuk Belajar Membatik
  Wapres Boediono: Pemerintah Upayakan Industri Batik Tidak Dikuasai Pemain 'Besar'
  Peringati Harkitnas, 19 - 23 Mei 2014, PNS Dihimbau Menggunakan Baju Batik
  Presiden SBY Buka Gelar Batik Nusantara
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2