Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Lingkungan    
Danau Toba
YPDT akan Adakan Perayaan Lilin, dalam Misi Penyelamatan Kawasan Lingkungan Danau Toba
Thursday 01 Oct 2015 06:59:01
 

Tampak saat para Panitia Rapat Bersama di kantor YPDT, Jalan Bendungan Mesjid, Jakarta Timur, Rabu (30/9).(BH/bar)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Yayasan Pecinta Danau Toba (YPDT) akan mengadakan acara bertema 'Gerakan Cinta Danau Toba', dengan melakukan perayaan penyalaan lilin karena rasa integritas tinggi akan misi penyelamatan pada lingkungan khususnya kawasan sekitaran Danau Toba. Acara akan diadakan tanggal 27 hingga 30 Desember 2015 yang dimulai dari gumpar hingga keseluruh sekitaran kawasan Danau Toba, di Sumatera Utara.

Yayasan ini sendiri terbentuk karena berdasarkan panggilan hati akan rasa kecintaan terhadap kawasan sekitar Danau Toba yang kian sudah terancam lingkunganya akan imbas industri-industri yang ada disekitarnya. Begitu juga karena tangan-tangan oknum yang tidak bertanggung jawab untuk kepentingan pribadi semata, serta ditambah juga karena kurangnya tingkat kesadaran masyarakat akan alam dan lingkungannya.

Menyikapi pemahaman miring dari hasil kajian yang negatif dan berkembang dewasa kini terhadap YPDT, Drs. Maruap Siahaan, MBA selaku Ketua YPDT mengklarifikasi hal tersebut, karena adanya tudingan yang melemparkan rumor akan Yayasan ini adalah akan ajang pencitraan atau untuk keterkaitan keranah politik nantinya dan sebagainya, padahal YPDT memang mutlak dan murni untuk mencerdaskan dan mengubah pola pikir masyarakat agar mengerti potensi yang terkandung yang ada di alamnya, dan juga mengubah pola pikir masyarakat agar mau memiliki integritas tinggi dalam hal rasa kepedulian akan lingkungannya.

"Tidak ada kaitannya untuk politik disini, tapi bisa memberikan konstulasi politik pada banyak orang (perubahan yang baik)," tegas Maruap Siahaan, dikantor YPDT saat melakukan rapat bersama di Jl. Bendungan Mesjid, Jakarta Timur, Rabu (30/9).

Karenanya, Maruap Siahaan menerangkan, disini kita juga bisa berperan nantinya sebagai market untuk publikasikan seperti hasil cocok tanam atau hasil karya masyarakat seperti kuliner, karya tenun dan sebagainya yang nantinya kita bisa dorong bantu untuk market-kan hingga tingkat internasional. "Yah, ini jugalah salah satu misi kita, dalam hal mencerdaskan bangsa yang nantinya dengan sendirinya akan terbentuk pola pikir yang baik untuk pelestarian lingkungan, karena sesungguhnya orang-orang yang berada disekitaran tersebutlah yang memang mau mutlak sebenarnya untuk menjaga kelestarian yang ada didanau toba, karenanya juga mereka mau melakukan hal itu, karena didasari akan adanya rasa memiliki," ungkapnya.

Nuansanya juga, nantinya kita juga akan jalin hubungan emosional yang baik dengan masyarakat, dengan memberikan dukungan moril, memberikan pelajaran spritual yang baik dengan menularkan energi positif untuk memacu motivasi semua pihak, agar turut andil ambil bagian untuk kemajuan bersama.

"Karena sebenarnya keresahan masyarakat sudah tampak jelas akan pencemaran lingkungan yang terjadi, seperti karena adanya industri yang tidak bersahabat dengan lingkungan dan sebagainya, karena kalo bukan warga sekitar yang kita dorong untuk sadar akan hal ini, sapa lagi?," jelasnya.(bh/bar)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2