Pengumuman itu" /> BeritaHUKUM.com
Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Yahoo
Yahoo akan Kurangi 15% Karyawannya
Wednesday 03 Feb 2016 10:36:57
 

Direktur utama Marissa Mayer sudah mendapat tekanan dari para investor untuk mundur.(Foto: Istimewa)
 
CALIFORNIA, Berita HUKUM - Yahoo akan mengurangi 15% dari karyawannya seiring upaya perusahaan itu untuk melakukan "rencana strategis yang agresif" untuk mendapat untung. Pemutusan hubungan kerja itu akan menyebabkan penurunan jumlah karyawan menjadi hanya 9.000 orang pada akhir 2016.

Pengumuman itu muncul setelah Yahoo melaporkan kerugian US$4,3 miliar (hampir Rp60 triliun) tahun lalu.
Dalam pernyataan, direktur utama Marissa Mayer mengatakan, "Ini adalah rencana yang kuat untuk perubahan-perubahan besar dalam produk dan sumber daya."

Dia juga menambahkan bahwa rencana ini akan "secara dramatis, membawa masa depan cerah dan meningkatkan daya saing, dan daya tarik buat pengguna, pengiklan, dan partner."

Pengurangan jumlah karyawan ini adalah rencana terbaru Mayer untuk berusaha membalikkan perusahaan internet tersebut, yang sulit bersaing dengan Facebook dan Google.

Mengurangi biaya

Pada Desember 2015, perusahaan itu mengumumkan bahwa mereka batal menjual sahamnya di perusahaan e-commerce Cina, ALIBABA, dan memilih untuk mengubah bisnis inti internetnya.

Mayer dipaksa untuk mengubah keputusan dalam penjualan ALIBABA menyusul tekanan dari beberapa investor aktivis.

Fokus pada pengurangan biaya dan meningkatkan untung dilihat sebagai tanda terbaru bahwa perusahaan ini semakin serius dalam menjual bisnis internet intinya.

Jika benar Yahoo menjual bisnis utamanya, maka prosesnya tak akan cepat.

"Mereka bisa mengecilkan diri untuk meningkatkan untung, tapi mereka berada di industri yang berkembang, sedangkan mereka tidak," kata Martin Pyykkonen, direktur utama di Rosenblatt Securities.

"Jika inti bisnis mereka adalah aset yang berharga maka seseorang sudah berusaha untuk membelinya," katanya.

Di bawah tekanan

Selain mengurangi sebagian besar karyawannya, Yahoo berencana untuk menjual beberapa lini produknya - seperti Yahoo TV dan Yahoo Games - sehingga mereka bisa fokus pada bisnis pencarian, email dan Tumblr.

Mereka juga menutup kantor mereka di Dubai, Mexico City, Buenos Aires, Madrid dan Milan.

Langkah ini akan menimbulkan "pertumbuhan yang cukup dan terakselerasi pada 2017 dan 2018," kata mereka.

Yahoo memperkirakan dengan mengurangi lini produknya, mereka bisa menghasilkan US$1 miliar (lebih dari Rp13 triliun).

Mayer sudah mendapat tekanan dari para investor untuk mundur.

"Kami ingin melihat harga saham yang lebih tinggi, dan kami pikir Marissa serta tim manajemen yang sekarang menghambat itu," kata Eric Jackson, direktur utama SpringOwl.(BBC/bh/sya)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Roy Suryo menang di Praperadilan, PN Jaksel nyatakan penangkapan hingga penahanan kasus ijazah Jokowi tidak sah

Defisit APBN 2025 jebol, DPR ramai-ramai kritik pemerintah

Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Pemerintah diminta audit ulang kerugian Rp 600 triliun akibat under-invoicing ekspor sawit

Purbaya sebut IKN terlalu sepi jadi pusat finansial internasional

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2