Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
BPPT
56,8 Ton Bahan Semai Ditebar, Hujan Berkurang di Jakarta
Sunday 03 Feb 2013 21:55:27
 

Ilustrasi.(Foto: Ist)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Hingga hari ke-8 pelaksanaan modifikasi cuaca yang dilakukan BNPB dan BPPT untuk mengantisipasi banjir Jakarta sejak (26/1), curah hujan yang jatuh di wilayah Jakarta dan sekitarnya berkurang secara signifikan.

Ada 2 faktor yang menyebabkan hujan berkurang. Pertama adalah pengaruh modifikasi cuaca, yang mampu menjatuhkan awan-awan menjadi hujan sebelum masuk Jakarta. Cluster awan-awan dengan NaCl ke dalam awan sehingga awan jatuh. Hingga sekarang sudah dilakukan 14 sorti penerbangan dengan pesawat Hercules C-130 yang sekali terbang membawa 4 ton bahan semai dan 1 kali dengan Casa 212-200 membawa 800 kg bahan semai. Pembakaran flare untuk menghambat pertumbuhan awan dilakukan di 25 lokasi.

Kedua adalah kondisi cuaca regional yang kurang mendukung terjadinya hujan ekstrem di sekitar Jakarta. Tidak adanya siklon tropis di selatan Indonesia, dan tidak adanya pengaruh seruak dingin (cold surge) dari Siberia Selatan yang masuk ke wilayah Indonesia berpengaruh tidak adanya hujan ekstrem di sekitar Jakarta. Kombinasi antara upaya manusia dan alam inilah yang menyebabkan Jakarta aman dari banjir besar hingga saat ini.

Pada Sabtu (2/2), cluster awan sudah terbentuk sejak pagi di barat laut menuju wilayah Jabodetabek. Sorti pertama dengan Hercules membawa 4 ton NaCl terbang pukul 09.39-11.33 Wib mencegat awan-awan di sekitar Teluk Jakarta hingga sebelah barat Lampung. Pantauan radar menunjukkan awan target jatuh menjadi hujan. Sorti kedua pada 14.25-15.40 Wib dengan Hercules dengan 4 ton NaCl menyemai di atas Pandeglang, Serang, Cilegon dan utara Merak. Sorti ketiga dengan Casa membawa 800 kg menyemai sekitar Pandeglang pada ketinggian 15 ribu kaki. Di bawah dioperasikan ground based generator (GBG) dengan membakar 36 flare di 13 lokasi dan GBG sistem larutan diaktifkan di 3 lokasi selama 5 jam. Hasilnya hujan berkurang di Jabodetabek.(bnp/bhc/opn)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu

 

ads2

  Berita Terkini
 
Perolehan Gelar Doktor Kilat Kakorlantas Polri Jadi Sorotan Akademis.?

KPK Didesak Usut Tuntas Dugaan Korupsi di BRI dan Telkom terkait Pengadaan Layanan Notifikasi Perbankan

Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar

Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain

Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2