Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Suriah
AS Desak DK PBB Atasi Konflik Suriah
Thursday 27 Sep 2012 12:04:35
 

Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton (Foto: Ist)
 
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton meminta kepada Dewan Keamanan PBB untuk memperbaharui upaya untuk mencapai kesepakatan mengenai konflik di Suriah.

Perdana Menteri Inggris David Cameron juga mendesak PBB untuk melakukan aksi terhadap Suriah.

Prancis, Inggris dan AS meminta agar menjatuhkan sanksi yang tegas kepada Presiden Bashar al - Assad, tetapi Rusia dan Cina mendukung pemerintah Suriah.

Clinton mengatakan bahwa Dewan Keamanan PBB harus mengakhiri kekerasan dan mendesak anggotanya untuk "mencoba sekali lagi mencari jalan keluar".

Cameron juga mendesak PBB untuk melakukan aksi, dan dalam Sidang Umum bahwa bukti - bukti terakhir kejahatan terhadap anak - anak di Suriah "dapat memberikan reputasi buruk tehadap PBB".

Dia juga mengkritik negara - negara yang membiarkan persoalan ini.

Lima anggota permanen Dewan Keamanan PBB, yang memiliki hak veto, sejauh ini belum mencapai kesepakatan mengenai langkah aksi yang dilakukan berkaitan dengan konflik di Suriah, yang diklaim telah memakan korban 27.000 dalam 18 bulan terakhir.
Kekerasan berlanjut

Sementara itu kekerasan terus terjadi di Suriah, serangan bom bunuh diri terjadi di sebuah kantor pusat militer di Damaskus pada Rabu pagi.

Serangan terhadap markas staf militer Suriah pada Rabu pagi, menewaskan empat aparat militer, menurut pejabat Suriah.

Peristiwa itu terjadi dekat salah satu wilayah tersibuk di ibukota, Umayyad Square, yang didominasi oleh bangunan milik pemerintah.

Kameramen BBC Phil Goodwin yang berada di dekat hotel ketika serangan terjadi, melaporkan bahwa ledakan menyebabkan asap yang tinggi.

"Ledakan pertama terjadi di gedung tempat saya berada dan menyebabkan asap membumbung ke langit", kata dia.

Tentara Pemberontakan Pembebasan Suriah dan sebuah kelompok Islam Ansar al - Islam keduanya menyatakan bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Cuplikan gambar yang ditayangkan televisi pemerintah menunjukan adanya sebuah minibus berjalan lambat sebelum terjadi ledakan di kantor pusat militer.

Setelah ledakan bom, baku tembak terjadi di wilayah kota selama beberapa jam, yang melibatkan pemberontak dan tentara di markas mereka.

Selain ledakan bom Rabu pagi, Ansar al - Islam juga mengatakan berada dibalik serangan terhadap sekolah pada Selasa yang disebutkan digunakan oleh pasukan keamanan dan milisi.(bbc/bhcrby)



 
   Berita Terkait > Suriah
 
  Presiden Assad dapat Suaka di Rusia, Pemberontak HTS Kuasai Damaskus
  Konflik Suriah: Turki dan Rusia Sepakat Umumkan Gencatan Senjata 'Bersejarah'
  Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Bersumpah Melanjutkan Operasi Militer di Suriah Utara
  Serangan Turki di Suriah, Jumlah Korban Meninggal dan Pengungsi Melonjak
  Erdogan: Pasukan Turki Lancarkan Serangan di Suriah untuk Dirikan 'Zona Aman'
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2