JAKARTA, Berita HUKUM - Sembilan puluh sembilan orang Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan tiga calon Cawapres PKS hari Minggu (27/4) ini masih berkumpul dan bermusyawarah mengevalusi hasil Pileg dan menggodok rencana arah poros koalisi, namun belum final mengajukan nama siapa yang akan maju sebagai pendamping Capres Prabowo dari partai Gerindra. Dimana sinyal koalisi sudah ada dan jelas, setelah adanya pertemuan Capres Prabowo dan Ustadz Hilmi Aminuddin Ketua Majlis Syuro PKS kemarin.
Untuk Cawapres sudah dilakukan, bahkan Gerindra sudah memberikan surat khusus kepada PKS untuk berkoalisi, hal ini disampaikan oleh Sekjen PKS Taufik Ridho, didampingi oleh Humas DPP PKS Mardani saat menggelar Pers Conference di kantor DPP PKS Jakarta Selatan.
"Kita membangun koalisi yang kuat, kita masih mendudukkan satu palfrom yang seperti apa, siapa yang mau kita dudukkan, dan tidak ada bagi-bagi kursi menteri, dan ini masih tahap awal dan semua masih sangat terbuka," ujar Taufiq Ridho, Minggu (27/4).
Sementara Ketua Media Center PKS Mardani menyatakan bahwa, intinya PKS dalam koalisi tidak mementingkan kursi menteri, namun bagaimana koalisi yang dapat membawa kemaslahatan bagi umat.
"Semua dibawa ke majelis syuro, dan ingat majelis syuro itu ada 99 orang dan nanti akan di bahas," jelas Mardani.
Mengenai peluang PKS berkoalisi dengan Partai Gerindra, menurut Mardani, sejauh ini Prabowo sangat serius dan telah membuat surat ke PKS, dan kami akan sepakat membangun Indonesia dan berdaulat.
Ditanya, siapa yang paling berpeluang untuk maju sebagai Cawapres Prabowo dari internal PKS?
"Kalau lihat kekuatan realnya, Aher (H. Ahmad Heryawan, Lc yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Barat 2 periode) yang paling berpeluang untuk maju," pungkas Mardani.(bhc/put) |