Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Politik    
Partai Golkar
Airlangga Hartarto Dinilai Tak Layak Lagi Jadi Ketum Golkar
2019-09-22 18:38:30
 

Ilustrasi. Ketum Golkar Airlangga Hartarto.(Foto: Istimewa)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Lembaga Survey ETOS Institute mengingatkan Partai Golkar harus segera melakukan pergantian ketua umum (Ketum), karena Ketum Golkar Airlangga Hartarto dinilai sudah mentok dan tak mampu lagi mengangkat partai beringin menuju kejayaan. Hal itu diutarakan Direktur Eksekutif ETOS Institute, Iskandarsyah, lantaran semakin beratnya tantangan partai beringin menghadapi agenda politik jelang Pilkada serentak 2020 di 270 daerah nantinya.

"Demi kemajuan Partai Golkar, Airlangga seharusnya malu kalau mau maju jadi Ketua Umum pada Munas 2019," ujar Iskandarsyah di Jakarta, Minggu (22/9).

Iskandarsyah menjelaskan, catatan gagal Airlangga sudah terang benderang, bagaimana pada Pemilu 2019 lalu Partai Golkar hanya memperoleh suara 17,229 juta (12,31 persen) dengan perolehan kursi 85 dari 575 (14,8 persen). Ini penurunan dibanding Pemilu 2014.

"Masa sudah gagal mau maju lagi menjadi ketua umum. Seharusnya Airlangga malu dan minta maaf kepada seluruh kader Golkar," tegasnya.

Saat Pemilu 2019, lanjut Iskandarsyah, Airlangga terlihat gamang dan tak punya strategi mendongkrak suara Golkar. Karena itu, sangat berisiko bagi Golkar jika ketua umum tetap dipegang Airlangga.

"2020 ada Pilkada serentak di banyak daerah. Makanya Ketum Golkar harus ganti," tegasnya.

Iskandarsyah menyebut Golkar punya banyak kader mumpuni untuk menjadi ketua umum. Sebab Golkar partai yang dinamis dan Golkar bukan partai ketokohan. Bagi Iskandarsyah, sosok Bambang Seosatyo dan Ridwan Hisjam memang sudah saatnya tampil menjadi pemimpin Partai Golkar 2019-2024.

"Ini peluang dan periode emas Golkar untuk dipimpin sosok sekelas Bambang Seosatyo dan Ridwan Hisjam. Asal jangan Airlangga lagi," tegas Iskandarsyah.(bh/amp)



 
   Berita Terkait > Partai Golkar
 
  Ditanya soal 'Raja Jawa' yang Disinggung Bahlil, Begini Respons Sri Sultan HB X
  Munas XI Partai Golkar Digugat ke PN Jakarta Barat,Begini Nasib Bahlil Sebagai Ketum Baru?
  Buka Fun Football Pekan Olahraga KAHMI, Bamsoet Tegaskan Capres Golkar Airlangga Hartarto
  Henry Indraguna Masuk Daftar Dewan Pakar Partai Golkar Masa Bakti 2019-2024
  Henry Indraguna Kini Menjadi Tenaga Ahli Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar
 
ads1

  Berita Utama
Roy-Tifa Versus Jokowi: Masihkah Kekuasaan Mengendalikan Hukum?

Terbukti bersalah, Nadiem dijatuhkan vonis 10 tahun penjara

Klarifikasi Tuduhan PETI, Kuasa Hukum PT Harmoni Alam Manise Beberkan Fakta

Hotman Paris Protes dan Tuding Kalapas Cipinang Diskriminasi soal Penahanan Razman Arif Nasution

 

ads2

  Berita Terkini
 
Bareskrim gerebek Five Star Denpasar, tangkap 53 orang, manajemen terlibat?

Utang Whoosh diambil alih Kemenkeu dan diklaim tak bebani APBN, CELIOS: Bakal sama saja

Respons pasien BPJS Yurizal yang meninggal dan viral dirundung nakes, Menkes: Saya merasa gagal

Sejumlah pemkab/pemkot di Jateng tak sanggup bayar gaji ASN, Wagub: Sudah kita laporkan ke pusat

Satelit Lampung-1 milik perusahaan China siap diluncurkan, apa manfaat dan risikonya?

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2