Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Nusantara    
SPT
Aktivis MKRI Datangi KPK Minta Pengusutan Kasus Pajak Keluarga Cikeas
Monday 04 Feb 2013 12:16:27
 

Suasana orasi para aktivis MKRI di depan Gedung KPK, Senin (4/2).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
 
JAKARTA, Berita HUKUM - Puluhan aktivis Majelis Kedaulatan Republik Indonesia (MKRI) mendatangi gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta guna mendesak penyelidikan menyeluruh terhadap dugaan laporan pajak keluarga SBY, Senin (4/2).

Dalam orasinya, Boni Hargens meminta KPK membongkar dugaan korupsi di SPT, pajak keluarga Presiden SBY.

"Presiden SBY memberi contoh yang tidak bijak sebagai pimpinan, dan pajak selama ini telah di korupsi dan di manipulasi," ujar Boni Hargens dalam orasinya.

Sementara Ratna Sarumpet mengatakan dalam orasinya bahwa, "saya melihat di Muara Gembong Teluk Naga, di sana ada rakyat yang sangat miskin benar, padahal tidak jauh dari Jakarta, mereka mandi dan berwudhu di kali," ujar Ratna.

"Sementara di Jakarta, peradilan kita yang sangat bobrok, dan tidak berkeadilan pada rakyat. Serta jangan ada prasangka penggulingan SBY adalah kebencian terhadap SBY. Karena ini bentuk kepedulian kami terhadap bangsa, dan bangsa ini tidak akan berubah bila kita tidak ada melakukan perlawanan," tambahnya.

Dalam statemennya, Boni Hargens meminta pada KPK untuk menyelesaikan dugaan kasus penyelewengan pajak keluarga SBY. Dan kami juga minta pada KPK supaya cepat menangani partai politik yang diduga korupsi sebelum 2014.

Sementara Neta S Pane dari Indonesia Police Watch mengatakan, "kalau ada Presiden yang memanipulasi pajak, tentu akan sangat menyakiti hati rakyat dan mahasiswa. Dan dalam mempertahankan kekuasaan, Presiden SBY juga telah mengeluarkan Inpres tentang keamanan, dan kami khawatir bahwa akan ada kekerasan terhadap aktivis," ujar Nete S Pane.

Dalam aksi ini turut hadir juga Adhe Masardi, Fuad Bawazier, Andian Napitupulu, dan para aktivis pergerakan mahasiswa dari berbagai daerah. Mereka membubarkan diri dengan tertib setelah melakukan orasi dan pernyataan di depan gedung KPK.(bhc/put)



 
   Berita Terkait >
 
 
 
ads1

  Berita Utama
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejari Magetan Tahan Ketua DPRD Dkk Dugaan Korupsi Rp 242 M Dana Hibah

Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2