Beranda | Berita Utama | White Crime | Cyber Crime | EkBis | Opini | INDEX Berita
Eksekutif | Legislatif | Gaya Hidup | Selebriti | Nusantara | Internasional | Lingkungan
Politik | Pemilu | Peradilan | Perdata| Pidana | Reskrim
Internasional    
Amerika Serikat
Amerika Serikat 'Siap' Menyerang Suriah
Wednesday 28 Aug 2013 13:54:03
 

Departemen Pertahanan AS sudah menyampaikan pilihan rencana kepada Presiden Obama.(Foto: AFP)
 
AS, Berita HUKUM - Pasukan Amerika Serikat siap melancarkan serangan ke Suriah jika Presiden Barack Obama memerintahkannya.
Hal tersebut diungkapkan Menteri Pertahanan Chuck Hagel dalam wawancara dengan BBC.

"Kami sudah memindahkan aset di tempatnya untuk mampu memenuhi dan mematuhi pilihan apa pun yang ingin diambil presiden."

Hagel menambahkan Departemen Pertahanan Amerika Serikat sudah menyampaikan semua pilihan rencana kepada Presiden Obama.

"Dia sudah melihatnya, Anda mempersiapkan diri. Kami siap untuk maju," tegasnya.
Sebelumnya Menteri Luar Negeri, John Kerry, mengatakan 'tidak bisa dibantah' bukti-bukti bahwa Suriah menggunakan senjata kimia.

Di Inggris, Perdana Menteri David Cameron -yang memperpendek liburannya untuk kembali ke London- memanggil parlemen untuk bersidang membahas Suriah pada Kamis 29 Agustus.

Ditentang Rusia dan Cina

Bagaimanapun sekutu Suriah, Rusia dan Cina,mengungkapkan penentangan atas intervensi militer ke Suriah.
Moskow mengatakan aksi militer akan membawa konsekuensi bencana bagi kawasan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Alezander Lukashevich, meminta agar masyarakat internasional memperlihatkan kehati-hatian dalam krisis di Suriah dan mematuhi hukum internasional.

Sementara itu Menteri Luar Negeri Suriah, Walid Muallem, membantah keras tuduhan bahwa pasukan pemerintah Suriah menggunakan senjata kimia.

Dia menuding kelompok perlawanan yang menggunakan senjata kimia pada Rabu 21 Agustus di kawasan pinggiran Damaskus, yang menewaskan 300 orang lebih.

Tim penyidik PBB sudah mendapat izin untuk mengumpulkan bukti-bukti dan Muallem mengatakan menyebutkan pada hari kedua, Selasa 27 Agustus, tim tidak bisa ke tempat kejadian karena dihadang oleh kelompok pemberontak untuk mendatangi tempat kejadian.

Dalam pemeriksaan Senin, salah satu kendaraaan yang digunakan penyidik ditembak beberapa kali oleh penembak gelap namun tidak ada yang cedera.(bbc/bhc/rby)



 
   Berita Terkait > Amerika Serikat
 
  DPR AS Lakukan Pemungutan Suara untuk Makzulkan Biden
  Amerika Serikat Lacak 'Balon Pengintai' yang Diduga Milik China - Terbang di Mana Saja Balon Itu?
  Joe Biden akan Mengundang Para Pemimpin Indo-Pasifik ke Gedung Putih
  AS Uji Rudal Hipersonik Mach 5, Lima Kali Kecepatan Suara
  Sensus 2020: Masa Depan Populasi AS Bercorak Hispanik
 
ads1

  Berita Utama
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

 

ads2

  Berita Terkini
 
Kejagung Tangkap dan Tetapkan Ketua Ombudsman Hery Susanto sebagai Tersangka Dugaan Korupsi Tata Kelola Nikel

Komisi III DPR Beri Penghargaan Upaya Kapolres Metro Bekasi Redam Konflik hingga Warga dan Pengembang Damai

PUSPOM TNI Sebut 4 Oknum Anggota BAIS, Terduga Pelaku Penyiraman Aktivis KontraS Andrie Yunus

Diduga Peras Tersangka hingga Rp 375 Juta, Direktur Resnarkoba Polda NTT Dicopot

Presiden hingga DPR Minta Polri Usut Tuntas Kasus Penyiraman Air Keras terhadap Aktivis KontraS Andrie Yunus

ads3
 
PT. Zafa Mediatama Indonesia
Kantor Redaksi
Jl. Fatmawati Raya No 47D Lt.2
Cilandak - Jakarta Selatan 12410
Telp : +62 21 7493148
+62 85100405359

info@beritahukum.com
 
Beranda | Tentang Kami | Partner | Disclaimer | Mobile
 
  Copyright 2011 @ BeritaHUKUM.com | V2